Dewan Samarinda Diusir Tidak Terhormat Pihak Big Mall

Laporan Arief

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Hal mengejutkan terjadi saat pihak DPRD Kota Samarinda menggelar Sidak ke Big Mall Samarinda bersama dengan SKPD terakit dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda Selasa (12/1/2016) Siang.

Pasalnya Sidak yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Samarinda Alphad Syarif, tersebut mendapat reaksi keras dari sejumlah oknum yang mengatasnamakan diri karyawan Big Mall Samarinda mengusirr pihak Dewan beserta unsur terakit.
Kejadian ini terjadi saat pihak dewan melakukan tinjauan dikolasi yang berbuntut pada penyegelan Enggine Room milik Big Mall. Bukan hanya itu salah satu oknum langsung merobek segel yang baru saja ditempel dilokasi itu.

Atas reaksi pihak Big Mall ini Alphad mengaku sangat kecewa dengan sikap arogansi yang ditunjukkan pihak Big Mall Samarinda ke pihak Dewan beserta pihak SKPD terkait. Menurutnya sikap tersebut telah mempermalukan Dewan Samarinda di depan public.

Sidak anggota Dewan yang kelima kalinya ini ditengarai dengan adanya sejumlah informasi yang mengatakan Enggine Room Milik Big Mall telah dirusak dan dibuka atas perintah PJ Walikota Samarinda Meiliana. Hal ini kata Alphad merupakan sikap yang kurang beretika mengingat pencabutan segel tersebut harus desertai dengan surat tembusan ke pihak dewan.

“Terus terang saya sangat mengesalkan sikap Big Mall Samarinda yang tidak koperatif dan tidak mengindahkan sikap kami sebagai fungsi kotral dan pembuat legeslasi diKota Samarinda, terlebih dengan sikap beebrpa oknum pegawainya yang bertindak seperti preman terhadap pihak Dewan yang mengusir pihak dewan dalam menjalankan tugasnya sebagai fungsi control,” kesalnya.

Ini videonya:

Atas kasus ini pihak Dewan kata Alphad merasa sangat dilecehkan sebagai Wakil Rakyat, oleh sebab itu pihak Dewan akan berencana membawa kasus ini keranah hukum. “Yang terjadi hari ini akan kami laporkan ke pihak yang berwajib untuk segera diproses secara hukum, kami tidak terima sikap Big Mall yang menurunkan preman untuk mengusir dan menghalangi pihak dewan beserta pemerintah kota dalam menjalankan tugasnya,” jelas Alphad.

Menurut Alphad pihak dewan tidak pernah ingin menutup Mall tersebut melainkan memberikan peringatan dan pembinaaan atas sejumlah kejanggalan yang ditemukan pihak dewan selama ini. “Dewan tidak berhak menutup Mall yang berhak menutup itu adalah pemerintah Kota Samarinda, tugas kami sebagai Fungsi kotrol yang memberikan peringatan serta saran bagi pihak pengusaha untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada, kami hanya memeberikan Rekomendasi kepihak Eksekutif untuk segera menegakkan Perda yang telah disepekati bersama. Hal ini penting mengingat perda yang telah ditetapkan harus pula diteggakkan jangan dilanggar,” Pungkas Alphad. (*)

Anda mungkin juga berminat