DPRD Duga PJ Walikota “Ada Main” Dengan Big Mall Samarinda

Laporan Arief - Samarinda

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Ketua Dewan Damarinda, Alphad Syarif mengesalkan sikap PJ Walikota Samarinda Dr Meiliana, yang terkesan mengintimidasi sejumlah SKPD dan Satpol PP yang notabene sebagai penegak perda.

Kejadian ini terungkap saat pihak Dewan Samarinda mengelar Sidak ke Pihak Big Mall Samarinda Selasa (12/1/2016) kemarin.

Dalam pertemuan yang dihadiri Direksi Big mall tersebut sejumlah SKPD lingkup Pemkot mengutarakan jika selama ini pihak Big Mall telah lancang mencabut Segel di ruang mesin Ganset Bigmall pada saat seidak sebelumnya.
Bukan hanya itu saja pihak SKPD pun mengaku jika pada pertemuan yang digelar pihak Big Mall dengan PJ Walikota Samarinda pada 4 januari lalu, menurut mereka itu sangat membuat malu pihaknya lantaran dimarahi didepan direkasi Bigmall Samarinda.

Pihak Satpol PP misalnya mengutarakan jika dirinya diperintahkan PJ Samarinda untuk datang mencabut Segel diruang Ganset tersebut, namun mirisnya kata dia, saat pihaknya datang kelokasi tepatnya pada tanggal 5 Januari Segel yang hendak dibuka tersebut malah sudah tidak ada.
Atas pernyataan tersebut pihak DPRD pun Gerang dan menuding jika pihak Big Mall Samarinda “ada main” dengan PJ Walikota Meiliana.

“Terus terang banyak sanggahan public yang selama ini mencurigai jika DPRD melakukan sidak hanya untuk mencari “upeti”, nah sekarang terbukti siapa yang menjalankan tugas dan siapa yang mengambil keuntungan dari persoalan ini, untuk anda ketahui tugas kami hanya menjalankan tugas sebagai Fungsi kotrol agar perda yang telah kami buat dan tetapkan itu tidak dilanggar,” Gerang Alphad.

Alphad juga mengatakan jika pihak DPRD tidak melarang pihak Investor untuk berinvestasi dikota Tepian, namun kata dia setidaknya pihak Investor ini juga harus taat pada aturan dan perda yang ada.

“Kami tidak pernah menghalangi investor untuk datang berinvestasi di Samarinda, namun investor juga harus taat pada aturan dan perda yang ada, jangan main seenaknya saja, sampai persoalan ijin saja tidak dilengkapi, nah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan apa pihak investor akan bertannggung jawab,” terang Alphad.

Terkait sikap PJ Samarinda Alpad mengaku sikap PJ tersebut sangat menentang penegakan perda yang telah dibuat oleh DPRD. “PJ walikota ini tidak tahu aturan, Semestinya Meiliana sebagai PJ walikota tidak boleh bertindak sepihak tampa ada pemberitahuan kepada pihak Dewan Samarinda,” ujarnya.

Untuk diketahui Sidak yang dilakukan pihak Dean samarinda ini berakhir ricuh, saat pihak Satpol PP kembali berencana menyegel Ruang Genset milik Big Mall Samarinda, atas sikap ini sejumlah oknum yang mengatas namakan diri karyawan langsung menyobek segel yang baru terpasang tersebut.

Mirisnya Aksi keributan ini disaksikan pihak Direksi Big Mall Samarinda, tampa melakukan tindakan yang berujung pengusiran angoota Dewan beserta segenap SKPD yang mengikuti Sidak tersebut.

Insiden ini menjadi insiden memalukan bagi pihak Dewan, oleh karenanya pihak DPRD samarinda akan berencana membawa kasus ini keranah hukum lantaran dinilai mencoreng nama baik DPRD Kota Samarinda. (*)

Anda mungkin juga berminat