Pupuk Kaltim Fasilitasi Pembentukan Koperasi Mitra Binaan Melalui Pelatihan

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pengembangan sektor usaha masyarakat terus diupayakan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Melalui program CSR-nya, khusus Mitra Binaan di bufferzone Perusahaan dengan ini diberikan dengan metode pendampingan berkala.

Bertempat di Jalan Tari Antar, RT.07 Kelurahan Guntung pada Selasa (31/7/2018) siang. PT. Pupuk Kaltim memfasilitasi pelatihan manajemen koperasi bagi Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekarsari, Kelurahan Guntung, Bontang Utara, hal ini dilakukan perusahaan plat merah tersebut guna mendorong pengembangan usaha melalui pembentukan koperasi, bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang.

Pelatihan diikuti 23 peserta, terdiri dari ibu rumah tangga selaku anggota Kube Mekarsari, yang bergerak pada usaha pembuatan kompos organic. Melalui koperasi, usaha yang dijalani para ibu rumah tangga ini didorong untuk dikelola dengan lebih profesional, serta bisa berkembang dengan lebih baik, sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan menjadi nilai tambah bagi masyarakat.

“Dengan koperasi sebagai badan usaha, kami ingin Kube Mekarsari ini bisa memanajemen produksi, anggota dan keuangan dengan lebih baik, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih signifikan kepada anggota,” ujar Superitendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR Pupuk Kaltim Udiyanto, saat pembukaan pelatihan.

Menurut dia, hal ini wujud komitmen Pupuk Kaltim bagi masyarakat, khususnya pengembangan sektor usaha yang dijalani, sekaligus membangkitkan jiwa wirausaha masyarakat melalui kelembagaan usaha.

Hal ini mengingat pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan perdagangan harus dimanajerial dengan baik melalui badan usaha yang menaungi, agar mampu melahirkan kesempatan kerja yang lebih luas. Selain itu diharap mampu mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Hal ini menjadi komitmen Pupuk Kaltim bagi masyarakat, agar wirausaha di Bontang dapat terus berkembang dan pelatihan ini menjadi awal pembentukan koperasi menuju upaya tersebut, khususnya bagi Kube Mekarsari,” tambah Udiyanto.

Pelatihan ini pun diapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Bontang Viki Rizqi Riadis, serta Lurah Guntung Ida Idris. Dikatakan Viki, pelatihan ini menjadi kesempatan bagi anggota Kube Mekarsari untuk lebih berkembang dan mampu mengelola Koperasi yang akan dibentuk agar berjalan maksimal dan tidak mati suri, seperti banyak terjadi belakangan ini.

Kegiatan ini, kata Viki, merupakan wujud sinergi Pupuk Kaltim dalam mendukung program Pemkot Bontang, utamanya pemberdayaan masyarakat dengan mencetak wirausaha baru melalui pengelolaan lingkungan masyarakat. “Atas nama Pemkot Bontang, kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud sinergi antara Perusahaan dengan Pemkot, khususnya dalam mmbangun kesejahteraan masyarakat,” ungkap Viki.

Senada, Kepala Bidang Koperasi Diskop UKMP Bontang Yusran, turut mengapresiasi semangat para anggota Kube Mekarsari Guntung untuk mendirikan Koperasi. Dia menegaskan, pengelolaan koperasi membutuhkan komitmen dan kinerja maksimal dari seluruh anggota dan pengurus agar tidak mati suri serta mampu tumbuh dengan baik. Apalagi saat ini, dari 132 koperasi yang terdaftar di instansinya, hanya 66 yang benar-benar mampu berjalan dengan baik. Sisanya tanpa kejelasan dengan berbagai macam alasan.

Seperti pengurus yang tidak ada, anggota kurang dari 20 orang, tidak melakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan), kantor atau sekretariat pindah dan sebagainya. Hal ini menjadi persoalan tumbuh atau gugurnya koperasi yang ada di Bontang. “Hal ini jangan sampai terjadi pada Koperasi yang ingin dibentuk Kube Mekarsari nantinya. Sebab menjalankan koperasi butuh niat yang kuat dan semangat yang tinggi,” tutur Yusran.

Maka dari itu, setelah pelatihan ini, lanjut Yusran, memberi kesempatan selama 6 bulan bagi Kube Mekarsari untuk membentuk Pra Koperasi dengan evaluasi dan pendampingan langsung pemerintah. Utamanya dalam penyusunan program serta kepengurusan untuk kemudian didaftarkan agar teregistrasi secara resmi. “Kami akan melihat apakah selama
Pra Koperasi bisa berjalan dengan baik dan tiap satu bulan sekali, kami akan datang mengevaluasi serta mendampingi selama jangka waktu tersebut,” tandasnya.

Materi awal pelatihan manajemen koperasi bagi Kube Mekarsari ini menitikberatkan tentang pemahaman kelembagaan koperasi serta manejemen pengelolaan oleh pengurus dan anggota. Mulai perencanaan, pengorganisasian, penempatan, koordinator, bagaimana cara mengatur dan mengontrol koperasi yang dibentuk. (*/vo/nav)

Anda mungkin juga berminat