Ternyata,, Di Kaltim LSI, Hanya Mengambil Sample 380 TPS

Dari Total 7.287 TPS Se-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Lingkaran Survei Indonesia (LSI), akhirnya menjawab pertanyaan public kaltim terkait berbedanya hasil survey hasil Quick Count yang di rilis LSI Denny JA disejumlah media.

Saat Di hubungi Media ini melalui telepon selulernya, Direktur SIGI, LSI Denny JA, Ardian Sofa. Membenarkan jika hasil Quick Count tersebut sudah sesuai dengan data yang ada, hal itu kata Ardian dampak dari pengamatan 380 TPS dari 7.287 TPS Se-Kaltim.

“Sejauh ini di sejumlah TPS itu yang unggul adalah nomor urut 3, Sistem yang kami gunakan dengan menggunakan Random Sampling, namun hasil yang kami rilis ini, bukanlah hasil final melainkan gambaran tentang kemungkinan Hasil Pilkada Kaltim, hasil resminya tetap menunggu legal formal dari KPUD Kaltim,” Sebut Ardian.

Dikatakan Ardian, perubahan Signifikan yang terjadi dari survey dan hasil Quick Count bisa disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya sambung dia, kenaikan suara yang signifikan oleh paslon No 3 bisa terjadi dengan giatnya melakukan kampanye di menit-menit akhir guna mendatangkan suara ke TPS.

“Faktor lainnya bisa saja dengan indikasi kecurangan berupa money politik, namun ini tidak bisa kita sebutkan lantaran belum ada bukti yang mengarah kesana, hal ini harus dilakukan penggalian lebih dalam lagi mengingat hal ini harus mendapatkan pembuktian,” terangnya.

Sejauh ini kata dia, indikasi kecurangan itu telah tejadi dibeberapa daerah, “Kami mengamati dibeberapa daerah, telah melakukan hal tersebut, dan tidak menutup kemunginan didaerah lain seperti Kaltim juga bisa terjadi hal yang serupa,” jelasnya.

Terkait angka partisipan yang hanya menenbus angka 50 persen itu disebutnya tidak terrlalu berpengaruh signifikan dengan kenaikan jumlah suara

Selain merilis di Kaltim, LSI juga melakukan hal serupa di berbagai wilayah lainnya seperti Sumatra utara, Kalimantan Barat, Sumatra barat, Jawa barat, jawa Timur, Maluku dan sebagainya.

“Kita sebagai lembaga public wajib untuk menyampaikan hasil quick count yang kami dapatkan, kita melaukan ini sebagai bentuk perkembangan demokrasi di Indonesia,”

Terkait Sertivikasi dari KPU Kaltim yang melakukan Survei dan quick count di pilgub Kaltim, menurutnya sudah didaftarkan namun bukan atas nama LSI melainkan Jaringan Isu Publik (JIP).

“Kami tidak perlu sertivikasi dari KPU Kaltim, kami hanya mendaftarkan diri untuk melakukan Quick Count, akan tetapi KPU mensayaratkan jika lembaga survey maupun Quick count itu menjadi pellaksana resmi dari KPU, iru diperlukan surat keterangan dari asosiasi, JIP dan LSI sendiri bergabung di Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) atas dasar itu kami tidak mendaftar lagi ke KPUD, melainkan hanya menyertakan surat rekomndasi dari Aropi tersebut,” tutupnya. (*)

Anda mungkin juga berminat