Ditantang Awang Buka-bukaan Kecurangan, Perwakilan Isran-Hadi Malah Menolak

Awang Sebut Isran-Hadi melakukan politik Uang di pilgub kaltim

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menyebut paslon Nomor Urut 3 Isran Noor dan Hadi Mulyadi melakukan money politik di perhelatan pilgub kaltim yang di helat pada 27 Juni lalu.

Menurut Gubernur Kaltim dua periode ini, permainan money politik yang dilakukan oleh paslon No 3 bukan hanya dilakukan di wilayah kaltim saja melainkan juga dilakukan di quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey nasional.

“Penuh dengan money politk, dan mainnya bukan hanya di Kaltim, mereka memainkan trik quick count yang berujung kepada opini public yang memenagkan pasangan nomor urut 3, banyak kejanggalan yang terjadi disini diamana saya menyebutkan dengan data 60 % di kalim menjadi data keseluruhan kemenangan paslon No 3, apalagi perbedaan yang signifikan dari hasil quick count dengan servei yang dilakukan saat sebelum masa pencoblosan,” kata Awang.

Keraguan awang faruk dengan lembaga survey ini juga turut diungkapkan Awang Faroek Ishak di dalam Forum tersebut. “Sekarang saya bertanya mana lembaga survey yang tidak dibayar, semuanya dibayar. Intinya masyarakat kaltim sekarang ini terlena dengan adanya quick count,”Imbuhnya

Dengan transaksional seperti itu kata Awang kecendrungan transaksi permainan quick count diperoleh dengan mudah oleh paslon No 3.

“Saya sebagai Gubernur memantau jalannya pilgub dengan menggunakan kendaraan Roda 4, beda dengan calon Gubnernur Kaltim no 3, yang memantau perhelatan pilgub kaltim dengan menggunakan pesawat,” Sindirnya.

Bukan hanya itu saja dalam forum yang bertema “menjaga kondusifitas kaltim pasca pemungutan suara pilkada serentak tahun 2018” di Ruang Rui Rahayu Senin (2/7/2018) pagi, Gubernur Awang juga menantang pasangan nomor urut 3 untuk membuka data kecurangan yang dilakukan oleh seluruh paslon selama konteks pilkada berlangsung, namun pernyataan sang Gubernur Kaltim ini malah menuai protes dari perwakilan paslon nomor urut 3.

“Hanya paslon 3 yang keberatan dengan permintaan keterbukaan yang saya minta, padahal permintaan saya bukan hanya ke pada paslon 3 saja melainkan kesemua paslon, ini saya lakukan agar semua tahu dari sejumlah paslon yang ikut berkontestan pasangan mana saya yang memiliki tindak kecurangan yang paling tinggi,” Terangnya.

Awang mengaku dirinya memiliki data yang menjadikannya dasar untuk membuat laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim perihal permainan politk uang yang dilakukan oleh psangan No 3 Isran Noor dan Hadi Mulyadi tersebut. “Saya siap memberi kesaksian apabila dibutuhkan oleh Polda ataupun Bawaslu Kaltim,” Terang Awang.

Awang juga menyebut sebelum penetapan gubernur dan wakil gubernur oleh KPU Kaltim, harusnya Isran Noor dan Hadi Mulyadi tidak jumawa dan sombong, apalagi hingga mengeluarkan pernyataan yang dianggap meresahkan masyarakat. (*)

Anda mungkin juga berminat