Andi Harun : Saya Belum Pernah Mendapatkan Anggota Dewan Yang Sehina Ini

Editorial: Arief Kaseng / Foto & Video : Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO,Samarinda – Ratusan Orang yang menamakan diri Forum keluarga besar partai Gerakan Indonesia Raya( gerindra) Kaltim mendatangi kantor DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat , Rabu(19/9/2018) Siang.

Tak tanggung aksi ini dihadiri langsung Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Andi Harun. Didepan anggota Dewan Samarinda Andi Harun mengatakan jika aksi yang dilakukan oleh Oknum anggota dewan terhadap pengendara Kendaraan Motor Yamaha Juipiter MX bernomor Polisi KT 6369 LT sangat tidak pantas. Terlebih atas pencatutan nama Ketua Umum Partai Gerindra sebagai bagian dari #Ganti Presiden 2019.

“Saya belum pernah mendapatkan anggota dewan yang sehina ini, lantaran ikut menghina agama sendiri,yang menyeburtkan Khilafah sama dengan kotoran, meskipun Khilafah dinegara Kesatuan RI tidak diberlakukan namun dalam agama Islam dibangun atas dasar khilafah. ”ujar Andi Harun didepan Sidang pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Samarinda H Siswadi.

Dalam pertemuan tersebut Andi Harun Juga menantang anggota DPRD Samarinda khususnya bagi terduga pelaku Persikusi yakni Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman, untuk berdebat secara langsung.

“Saya menrima sekaligus menunggu, bagi anggota Dewan yang tidak menerima jika ingin berdebat, kapan pun dan di manapun saya tunggu,” Geramnya.

Menurut Andi Harun Sikap Anggota Dewan Samarinda yang melakukan persikusi tersebut sangat tidak pantas, apalagi dalam aksinya itu tiga anggota DPRD dari Faksi Partai PDI-Perjuangan menyebut jika Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto merupakan Bagian dari aksi #Ganti Presiden 2019.

“Untuk diketahui, bagi Gerindra sikap pendirinya sama seperti pendiri bangsa bahawa pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan bineka Tunggal ika yang harus kita jaga dan diakui oleh warga negara Indonesia, kami Tidak pernah terlibat dari kegiatan Hastag apapun,” Terang Andi.

Untuk diketahui bersama Aksi ini digelar lantaran peristiwa pengahakiman sejumlah warga yang viral di media Social (Medsos) beberapa hari yang lalu. Dalam rekaman yang berdurasi 1 meniit 18 detik dengan jelas memperlihatkan penghadangan serta penghakiman warga terhadap pengendara Kendaraan Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT yang berboncengan diminta melepaskan baju bertuliskan #ganti presiden 2019 yang kala itu dikenakan oleh dua pemuda. Bukan hanya itu, dalam video tersebut juga memperlihatkan baju bagian belakang pengemudi ditarik paksa sobek hingga terlepas. Aksi ini terjadi pada tanggal 15 september lalu yang diduga dilakukan oleh tiga terduga pelaku yakni Ahmad Vanandza, Suriani, dan Hairul Usman yang berstatus sebagai anggota DPRD Samarinda Dari Fraksi PDI Perjuangan. (*)

Anda mungkin juga berminat