Hasil Seleksi Timsel Calon Anggota KPU Kaltim Di Bekukan

Editorial: Arief Kaseng / Foto :Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Tahapan penjaringan calon anggota KPU Provinsi Kaltim akhirnya di bekukan oleh KPU RI
Hal tersebut sesuai surat yang beredar yang diduga diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) tertanggal 27 November 2018, nomor 1458/PP.06 – SD/05/KPU/XI/2018, bahwa terdapat koreksi terhadap pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Provinsi Kaltim.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman.Setidaknya terdapat 5 poin penting yang disebutkan. Pertama, ambang batas kelulusan tes tertulis untuk calon anggota KPU provinsi adalah 60.

Sedangkan pada poin kedua, dari 27 orang peserta yang dinyatakan lulus seleksi tes tertulis. Hanya 6 orang peserta yang memenuhi standar nilai tes yang ditentukan (memiliki poin 60).

Ketiga, Timsel calon anggota KPU Provinsi sudah melaksanakan proses penjaringan tes psikologi dan telah diumumkan pada 27 November tahun ini.

Sementara dalam poin ke empat KPU RI menegaskan kepada Timsel calon anggota KPU Provinsi Kaltim untuk menghentikan sementara proses seleksi berikutnya sampai dengan adanya keputusan lebih lanjut dari KPU RI.

KPU RI juga menegaskan akan menurunkan tim khusus untuk melakukam klarifikasi terhadap poses penjaringan calon Komisioner KPU pada poin kelima. Sekedar diketahui, surat putusan ini telah ditandatangani langsung oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Sekretaris KPU Kaltim, Syarifuddin Rusli enggan membeber isi detail surat tersebut lantaran kata dia hal tersebut bukan wewenangnya. Namun dirinya mengaku sudah mendapat surat tersebut dari KPU RI.
“Iya saya sudah terima tapi saya tidak bisa kasih penjelasan. Silakan langsung ke Timsel,” tegasnya singkat pada media ini, Kamis (29/11/2018), malam.

Syafaruddin menengaskan, awak media dipersilahkan untuk mengkonfirmasi hal ini langsung ke Timsel sebagai pihak yang dikirimi surat.

Terkait hal ini, Ketua Tim Seleksi (Timsel) calon anggota KPU Kaltim, Prof.Dr Susilo belum bisa dimintai keterangan. (*)

Anda mungkin juga berminat