TRENDING

Wagub, Hadi Mulyadi Apresisi Semangat Pekerja Media Online Kaltim

Sempat Sesalkan beberapa Media yang menyebarkan Berita Hoax

Kaltim - on 26/12/18 Wagub, Hadi Mulyadi Apresisi Semangat Pekerja Media Online Kaltim
Wakil Gubernur Kaltim, berselfie bareng Bersama Jurnalis Media Online usai acara pertemuan

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sejumlah Pemimpin media dan pemimpin redaksi serta wartawan media online, Selasa (4/12/2018) siang, bertandang ke ruang kerja Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi. Belbagai persoalan pun dibuka utamanya peredaran berita hoaks diwilayah Kaltim.

Pertemuan para pemimpin media dan Pimred serta wartawan media online itu difasilitasi oleh Kepala Dinas Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah. Turut mendampingi Kasubbag Informasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Kaltim, Andik Riyanto.

Pada pertemuan tersebut orang nomor dua di Bumi Etam tersebut mengutarakan, dirinya telah menjadi korban berita hoaks tersebut. Hal tersebut kata dia terjadi pada saat aksi massa yang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid di Samarinda 26 Oktober 2018 lalu.

“Baru beberapa bulan saya dan Pak Isran Noor menjabat sebagai pemimpin Kaltim, telah menjadi korban sudah menjadi korban berita Hoaks, padahal saya ada di situ dan menyaksikan ada satu saja bendera yang dinaikkan, tapi kemudian langsung diturunkan. Tapi, berita di media online bukan begitu. Ditayangkan foto beberapa bendera bertuliskan kalimat tauhid dalam beritanya. Padahal itu foto editan dan sampai sekarang medianya tidak pernah meralat,” ucap Hadi dihadapan para jurnalis senior Kaltim itu.

Hadi Mulyadi mengaku masih geram dengan munculnya berita hoaks tersebut. Lantaran dari pemberitaan tersebut Pemprov Kaltim dibuat repot dengan munculnya banyak pertanyaan dari berbagai kalangan termasuk Kemendagri. Bahkan akibat penayangan berita hoaks itu Gubernur Kaltim Isran Noor harus memberi klarifikasi di salah satu televisi nasional dalam acara talkshow.

“Kita harus klarifikasi ke sana-sini. Sampai di acara Mata Najwa. Tapi jawaban Pak Isran kan tepat,” cerita Hadi.

Dalam pertemuan tersebut Hadi mengapresiasi sikap para pemimpin media tersebut, bahkan kata dia pertemuan tersebut jagan hanya di lakukan sekali saja. “Saya mengapresiasi sikap para Pemimpin dan wartawan media yang hari ini bertandang ke ruangan saya, menurut saya ini langkah yang bagus untuk kedepennya bersama sama membangun kaltim yang lebih baik dan berdaulat

Sementara itu kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah mengatakan, pertemuan tersebut digagas untuk menyatukan semangat pekerja online dengan pihak Pemprov Kaltim.

“Pertemuan ini kami gagas untuk menyatukan semangat pekerja media online dengan Pemprov Kaltim. Pak Gubernur awalnya sudah menjadwal pertemuan, tapi menjelang satu hari jadwal yang disepakati harus keluar kota. Jadi, secara mendadak kita jadwal ulang dengan Pak Wagub,” kata Diddy.

Terpisah Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kaltim, Indra Zakaria, menjelaskan jumlah media online yang tumbuh pesat di Kaltim. Saat ini tidak kurang ada 40 media yang berdiri dan beroperasi di Kaltim, namun belum semuanya memenuhi syarat menyangkut perusahaan pendirinya yang wajib PT (Perseroan Terbatas). “Yang sudah berbadan hukum PT sekitar 20-an,” kata Indra.

Senada dengan hal tersebut Pimred beritakaltim.co Charles Siahaan menambahkan tentang status hukum media online. Menurut Charles Dengan pijakan Undang undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers, media online belum lahir pada waktu UU tersebut dibuat dan diundangkan. Di dalam UU pers, yang dimaksud media massa adalah media cetak dan media elektronik. Media cetak berupa surat kabar, majalah, tabloid dan media elektronik adalah radio dan televisi.

“Sedangkan media online tidak ada tercantum di situ sementara teknologi informasi semakin berkembang yang ditandai dengan maraknya dunia digital, yang memunculkan media onlinedi belbagai pelosok nusantara. Karena fenomena yang tak tercegah itu membuat Dewan Pers kemudian menerbitkan peraturan di mana media online masuk sebagai media resmi yang pertanggungjawabannya sama dengan media cetak maupun elektronik,” Sebut Ketua Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim itu.

Menanggapi hal tersebut, Hadi Mulyadi, merespon positif dan soal pengawasan adalah bidang tugasnya sebagai wakil gubernur. Para pekerja pers yang hadir diantaranya, Pemred www.kaltimnews.co, Arief Kaseng,Kepala Biro Antara Kaltim Abdul Hakim, Pimred kabarkubar.com, Sonny Hutagalung, Pimred infosatu.com Sukri dan Pimred Tabloid Expres Azis (*)

 

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim