Pemkab Kukar Optimalisasi Belanja-belanja Perangkat Daerah

Chairil Anwar: Ini Dilakukan Guna Menyiasati Perputaran Ekonomi Untuk Terus Berjalan

Ads
Rubrik : Kutai Kertanegara | Topik : Kukar | Terbit : 22 November 2020 - 18:33

Pemkab Kukar Optimalisasi Belanja-belanja Perangkat Daerah
Plt Bupati Kukar, Chairil Anwar -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sektor swasta mengalami perlambatan akibat Covid-19 secara tidak langsung. Hal ini berdampak kepada menurunnya pendapatan dan daya beli masyarakat untuk terus memutar roda ekonomi daerah.

Selain belanja-belanja yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, perputaran ekonomi di Kukar sedikit banyaknya bergantung pada uang yang dibelanjakan oleh para karyawan swasta. Untuk menyiasati agar perputaran ekonomi terus berjalan, Pemkab Kukar bakal mengoptimalisasi belanja-belanja yang dilakukan oleh perangkat daerah. Demikian yang disampaikan Plt Bupati Kukar, Chairil Anwar yang dihubungi media ini, Sabtu (21/11/2020). 

Dikatakan Chairl, dirinya telah menginstruksikan perihal tersebut kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) triwulan III pelaksanaan Rencanan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2020 secara virtual beberpa waktu yang lalu.

"Bangun pola kerja yang berorientasi pada hasil dengan memperkuat pengendalian dan evaluasi oleh masing-masing penanggung jawab program dan pekerjaan secara sistematis dan terorganisir," kata Chairil saat Rakordal tersebut.

Secara spesifik kata dia, penguatan tersebut dilakukan terutama pada bidang kesehatan, pendidikan ketersediaan pangan, perluasan kesempatan kerja dan berusaha, hingga bantuan sosial. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono mengungkapkan, serapan anggaran OPD pada triwulan III lalu sudah 63 persen dari Rp5,69 triliun. Diketahui pula, APBD-P 2020 sebesar Rp4,39 triliun.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) Sunggono mengatakan, presentase serapan anggaran dikukar sudah maksimal.

"Tapi masih semuanya itu masih bisa dioptimalkan," ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Sunggono, daya beli masyarakat juga akan meningkat mengingat adanya semacam stimulan atas pergerakan ekonomi secara keseluruhan.

Semisal kata dia, Dinas PU Kukar menggelar proyek pembangunan jalan. Belanja kegiatan tersebut akan memberi dampak terserapnya tenaga kerja, lakunya bahan material hingga kue sarapan pagi yang dijual masyarakat untuk konsumsi para pekerja setiap harinya.

“Artinya, ada rantai ekonomi yang diciptakan untuk terus mempertahankan roda ekonomi di Kukar selama Pandemi ini berlangsung. Mudah-mudahan disisa waktu tersisa ini bisa dioptimalkan oleh OPD, sehingga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat," tutupnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews