Program Satu Desa Satu Tafidz Terus Digalakkan Pemda Kukar

Tak Ingin Ada Desa Di Kukar Yang Tak Punya Penghafal Alquran

Ads
Rubrik : Kutai Kertanegara | Topik : Kukar | Terbit : 22 November 2020 - 18:40

Program Satu Desa Satu Tafidz Terus Digalakkan Pemda Kukar
Program 1 Tafidz satu desa yang terus di gencarkan oleh Pemda kukar -- www.kaltimnews.co /Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Program Satu Desa satu Tafidz terus digalakkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim). Program ini akan memang merupakan perogaram berkesinambungan yanmg dijalakna Pemda lantaran program ini dinilai berlandaskan Peraturan Bupati (Perbup) No 24 tahun 2016 tentang Gerakan Etam Mengaji (Gema).

"Komitmen Pemkab Kukar di dalam pembinaan membaca Al-quran di masyarakat telah membawa hasil yang signifikan dengan beberapa kali menjuarai MTQ tingkat Provinsi," ujar Kabag Kesra Kukar, H Suprianto kepada katimnews.co.

Dalam mewujudkan program tersebut dirinya menyebutkan jika Pemda pada 31 Oktober 2020 kemarin telah Kembali melepas 33 hafidz dan 11 hafidzah yang diutus ke 18 Kecamatan. “Para penghafal Al-Quran dari program Satu Desa Satu Hafidz ini mengemban tugas untuk melatih warga desa menjadi penghafal Al-Quran, targetnya, semua desa di Kukar memiliki minimal satu hafidz dan hafidzah” sebutnya.

Menurutnya Melalui program gerakan etam mengaji (gema) ini, nantinya tidak boleh ada lagi desa di Kukar yang tidak punya penghafal Al-Quran.

Selain itu dirinya mengatakan bahwa, selain mencetak penghafal Al-Quran di desa, para hafidz dan hafidzah ini juga diberikan tugas untuk memberikan pemahaman tentang Al-Quran yang komprehensif, pemahaman agama, dan menangkal paham radikalisme.

"Tujuan program ini juga untuk memberantas buta huruf Al-Quran di Kukar agar para hafidz dan hafidzah untuk menularkan kemampuan hafalan di tengah - tengah masyarakat dan mengembangkan serta memasyarakatan tentang baca tulis Al-quran," sebutnya.

Program satu desa satu hafidz satu hafidzah Al-quran ini juga sejalan dengan visi Pemkab Kukar yang  memiliki cita-cita agar Kabupaten Kukar diberkahi oleh Allah SWT, dan sebagai gudang para hafidz dan hafidzah Al-quran.

Dalam kesempatannya dirinya mengucapkan apresiasi kepada pengelola dan takmir Masjid Al- Anshar yang telah bekerja sama dengan Pemkab Kukar untuk mensukseskan program tersebut dan melaksanakan pemusatan pelatihan program satu desa satu hafidz dan hafidzah Al-quran yang dinyatakan berhasil mengikuti selama satu tahun ini. "Insya Allah program ini satu desa satu hafidz dan hafidzah akan terus dilanjutkan setelah di evaluasi dari berbagai aspek," pungkasnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews