Dasa Wisma Pucuk Desa Batuah Dilirik Wisatawan

80 Dasa Wisma Ikut Membangun Kebun Serupa, Dengan Tingkat Kreativitas Yang Beragam.

Ads
Rubrik : Kutai Kertanegara | Topik : Kukar | Terbit : 22 November 2020 - 18:48

Dasa Wisma Pucuk Desa Batuah Dilirik Wisatawan
Salah satu Dasa Wisma Desa Batua tengah berfose memperlihatkan prodak hasil olahan miliknya -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Rasyid terus berbenah diri, salah satu diataranya yakni dengan menggalakkan ibu Rumah Tangga (Emak-emak) dalalm membentuk dasa wisma.

Program yang di gagas Abdul Rasyid ini kemudian mulai berbuah manis, sejumlah dasa wisama yang terbentuk mulai memperlihatkan kreativitasnya dalam berbagai konsep. Sebut saja Dasa Wisma Pucuk yang membuat membuat konsep kebun yang berbeda dari pada konsep pada umumnya.

Di atas lahan 1.100 meter tersebut, para emak-emak ini, tidak sekedar menanam sayur mayur, dan sejumlah kebutuhan pangan, akan tetapi areal perkembunan ini juga didesain layaknya lokasi agro wisata.

Ditempat ini anda akan mendapatkan gazebo, dan tempat duduk yang didesain berbentuk kapal. Selain itu di tempat ini juga tertdapat rumah pohon, dan kursi dengan latar hiasan berbentuk lambang cinta.

“Ini dibangun sejak Januari 2020. Sempat terhenti karena pandemi Virus Corona (Covid-19),” kata Ketua Dasa Wisma Pucuk, Adriana Putri, kepada media ini.

Dirinya menyebut ragam tanaman tersedia di kebun milik Dasa Wisma Pucuk tersebut, mulai dari padi, ragam sayur mayur, dan kebutuhan pangan lainnya tersedia.

“Kebun dikelola oleh 19 orang, dengan anggota mayoritas ibu-ibu atau perempuan. Kami tak sekedar menanam, tetapi ikut juga memproduksi hasil panen untuk bisa dijual dalam bentuk barang jadi, seperti keripik seledri, keripik ubi ungu, keripik pisang, dan jahe instan juga diproduksi yang dijual seharga masing-masing Rp 5 ribu per bungkus,” bebernya.

“Sekarang ini jualnya masih ke sesama warga di sini. Lebihnya kami jual ke pihak desa, saat mereka ada acara,” tambahnya.

Bukan hanya Dasa Wisma Pucuk yang membuat kebun dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Sebanyak 80 dasa wisma juga membangun kebun serupa, dengan tingkat kreativitas yang beragam.

Diketahui Dasa Wisma Pucuk ini merupakan salah satu Dasa Wisama yang terbaik di desa ini. Hal ini diketahui mengingat kebun yang dikelola Dasa Wisma Pucuk ini kini mulai dilirik sejumlah wisatawan.

“Kendati mulai dikunjungi oleh sejumlah wisatawan namun kami belum memasang tarif dalam kunjungan waisata ke tempat kami,” imbuhnya.

“Saat ada pengunjung datang untuk menikmati pemandangan dan pemaparan tentang proses ragam penanaman di kebun tersebut, untuk tarif, biasa hanya diatur sesuai dengan kesepakatan antara pengelola dan pengunjung,” tuturnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews