Pertanian dan Pariwisata Dapat Menggantikan Ekonomi Ekstraktif Pertambangan di Kukar

Upayakan Transformasi Ekonomi Dalam RPJMD

Ads
Rubrik : Kutai Kertanegara | Topik : Kukar | Terbit : 03 December 2020 - 00:21

Pertanian dan Pariwisata Dapat Menggantikan Ekonomi Ekstraktif Pertambangan di Kukar
Kepala Bappeda Kukar, Wiyono -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Gejolak ataupun persoalan ekonomi nasional dan internasional terkait dengan harga minyak, akan sangat berpengaruh signifikan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), demikian yang disampaikan Kepala Bappeda Kukar, Wiyono, kepada kaltimnews.co, Kamis (3/12/2020) siang.

Oleh karena itu, dua sektor ekonomi di luar tambang, seperti pertanian dan pariwisata di Kukar masih terus ditingkatkan. Dengan demikian kata dia, diharapkan dua sektor ini nantinya bisa sedikit tidaknya dapat menopang dan menggantikan ekonomi ekstraktif pertambangan dalam beberapa tahun ke depan. 

“Dua sektor ini terus ditingkatkan pengelolaannya, ada upaya percepatan transformasi struktur ekonomi daerah. Seperti kita ketahui bersama bahwa struktur APBD Kutai Kartanegara memang didominasi oleh dana bagi hasil dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak, gas termasuk batubara dan lain sebagainya yang itu menjadi penopang struktur APBD saat ini,” papar Wiyono. 

Oleh karena itu di dalam RPJMD itu diupayakan adanya transformasi ekonomi. Sektor andalan ini adalah bidang pertanian dan pariwisata, Di bidang pertanian, kata Wiyono, dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga menjadikan prioritas dengan penganggaran yang relatif cukup tinggi.

“Hal ini dikarenakan salah satu potensi yang kita miliki itu dibidang pertanian ini untuk padi saja, atau dalam hal ini beras, selama ini kita itu termasuk surplus dan 40 persen beras di Kaltim itu disumbang dari Kukar,” bebernya.
Selain sector pertanian sector lain seperti Pariwisata masuk sebagai penopang ekonomi dimasa yang akan datang. 

“Potensi itu bisa terlihat dari topografi kabupaten ini yang terbilang lengkap. Mulai dari wisata bahari, wisata sejarah, hingga wisata pedalaman Kalimantan tersedia di kabupaten ini. Jika suatu saat menjadi tulang punggung ekonomi, mengingat sektor pariwisata akan sanggup menanggung beban itu,” kata Wiyono.

“Di bidang pariwisata, secara spesifik berkenaan dengan ekonomi kreatif. Baru-baru ini kita juga mendapatkan penghargaan secara nasional bahwa kita masuk di dalam 4 besar kabupaten kota kreatif yang sektor unggulannya itu seni pertunjukan, musik dan perfilman,” tambahnya. (adv)

  • Penulis : Aie Sari
  • Editor : Redaksi Kaltimnews