Hari Ini Pemkot Samarinda Gelar Vaksinasi Perdana

Digelar Di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Disiarkan Secara Live Streaming.

Rubrik : Samarinda | Topik : Vaksin Sinovac | Terbit : 14 January 2021 - 16:46

Hari Ini Pemkot Samarinda Gelar Vaksinasi Perdana
Sekda Kota Samarinda Sugeng Choiruddin saat mengikuti Vaksin Covid-19 di Aula Rumah Jabatan Walikota Kamis (14/1/2021) pagi / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memulai program vaksinasi Covid-19 Perdana di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Kamis (14/1/2021). Kegiatan ini disiarkan secara live streaming via akun Youtube dan Facebook Pemerintah Kota Samarinda.

Sekira 15 orang yang terdiri dari pejabat Pemkot Samarinda, dokter dan tokoh masyarat ikut tergabung  mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 perdana tersebut.

Adapun orang pertama yang divaksin dalam kesempatan tersebut yakni Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Samarinda, Dr. Handy Wiradharma, yang dilanjutkan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Samarinda Dr. Osa Rafshodia menyusul Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin.

Walikota Samarinda, Syaharie Jaang dalam sambutannya mengaku menaruh harapan agar vaksin tersebut bisa melindungi masyarakat Samarinda agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Ia meminta kepada aparat Pemerintah mulai dari Camat dan Lurah untuk ikut mensosialisasikan program vaksinasi ke kalangan masyarakat agar bisa diterima dengan baik.

“Alhamdulillah untuk tahap pertama Kota Samarinda mendapatkan 12.000 dosis vaksin yang siap disuntikan ke para tenaga kesehatan terlebih dahulu. Insya Allah yang lain juga akan mendapatkan jatah yang sama tinggal menunggu giliran,” ungkapnya.

Dikatakan Ja’ang, jika kondisi Samarinda saat ini masih belum aman dari penyebaran Covid-19. Pasalnya kata orang nomor satu di Kota Samarinda ini, hingga kemarin masih tercatat 4 Kecamatan yang masih terdeteksi sebagai zona merah.

“Begitupun dengan pasien Covid-19 yang dirawat, saat ini sedikitnya ada sebanyak 500 pasien. Sedangkan kasus yang meninggal dunia tercatat sebanyak 359 jenazah yang dimakamkan di Serayu, Kelurahan Tanah Merah,” urainya.

“Jadi dengan program vaksin hari ini, bukan berarti kita sudah bisa meninggalkan protokol kesehatan. Melainkan gerakan 3M harus tetap dikedepankan,” sambung Jaang. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews