Warga Nilai Pemprov Tak Serius Tangani Longsor Patimura

Hanya Turunkan Dua Alat Berat, Akibatkan Kemacetan Panjang Setiap Hari

Rubrik : Samarinda | Topik : Kaltim | Terbit : 03 February 2021 - 22:34

Warga Nilai Pemprov Tak Serius Tangani Longsor Patimura
Kemacetan panjang yang terjadi di Jl Patimura akibat longsor yang menutupi akses ruas jalan penghubung Samarinda Seberang dan Palaran / Foto: Arief Kaseng kaltimnews.co

KALTIMNEWS.CO, Wajah lesu terlihat dalam diri Rahman, penjual susu sari kedelai yang hari itu seolah enggan memacu kedaraannya ke wilayah Samarinda Seberang untuk menjajakan jualannya, pasalnya untuk ke wilayah langganannya itu dirinya harus memutar arah ke wilayah stadion palaran dengan jarak tempuh yang cukup lumayan jauh.

Rahman merupakan salah satu dari sejumlah pengguna jalan yang merasakan dampak longsor yang kini masih terus menghalangi jalan penghubung Samarinda Seberang dan Palaran tersebut.

Kalaupun tidak, Rahman harus rela antri disepajangan jalan Patimura diakibatkan longsor yang manghadang kedua sisi jalan area Teluk Bajau Samarinda Seberang tersebut.

Tanah longsor ini memang seakan kini menjadi lalap warga yang kerap melintasi wilayah tersebut dalam pantauan media ini kejadian ini sudah terjadi sejak pertengahan tahun 2020 yang lalu, dan belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Awalnya tanah longsor ini hanya menutupi sebagian kecil lokasi tersebut namun hingga sekarang lokasi tersebut malah meluas bahkan menutup seluruh badan jalan penghubung tersebut. Setidaknya terdapat dua titik yang menutupi ruas jalan penghubung itu.

“Untuk ke Samarinda Seberang, kini harus membutuhkan waktu ber jam-jam, lantaran antrian panjang di jalan tersebut, kalaupun tidak, kami harus memutar arah ke stadion palaran, hal tersebut kami rasakan setiap hari,” ujar Rahman kepada kaltimnews.co Rabu (3/2/2021).

Di lokasi ini terdapat dua alat berat berupa excavator yang hanya stand by alias tidak melakukan aktifitas, disisi lain terdapat akses jalan penghubung kecil kini mulai retak di area pinggir tebing.

longsor-di-Jl-Patimura.

Kondisi jalan longsor di Jl Patimura Samarinda Seberang, akses jalan penghubung ini sudah mengalami kejadian longsor sejak beberapa bulan yang lalu perhatian pemerintah dinilai lamban bagi warga dan pengguna jalan / Foto: Sukirman kaltimnews.co

Sejumlah warga terlihat ikut melakukan aksi buka tutup jalan, kemacetan panjang akan terasa di waktu pagi dan sore hari, areal lereng bukit yang merupakan penyebab longsor seloah dibiarkan menurunkan material longsornya.

“Saya heran dengan sikap pemerintah, kok bisa membiarkan kejadian ini berlarut-larut, apa mereka tidak merasakan bagaimana nasib para pengguna jalan harus antri akibat akses buka tutup yang selama ini terjadi, bukan kah mereka memiliki sejumlah kendaraan dan alat berat kenapa tidak diturunkan agar jalan tersebut kembali bisa dilalui dengan baik,” geram Rahman.

Setidaknya sudah dua kali pemerintah melakukan penutupan jalan ini,

Awalnya hanya dibersihkan material longsornya, bukan membenahi secara keseluruhan harusnya pemerintah membuat sejenis tanggul atau setidaknya memangkas semua areal yang berpotensi longsor di wilayah itu, hal ini menurut kami sangat efektif dari pada dilakukan pemembersihan material di tengah jalan,” cetusnya.  

Menurutnya sejumlah anggota dewan samarinda pernah menyoroti wilayah ini. “Kalau tidak salah Agustus 2020 kemarin sejumlah anggota DPRD Samarinda datang meninjau lokasi ini, namun nampaknya hal tersebut tidak memberikan efek yang luar biasa dalam hal penyelesaiannya, hal itu terbukti dengan terulangnya kasus serupa yang kami rasakan hingga sekarang,” terang Rahman.

BACA JUGA:

https://www.kaltimnews.co/posts/view/1123/komisi-iii-dprd-samarinda-turun-memantau-penanganan-longsor-di-mangkupalas.html

Senter isu, Pemprov Kaltim melalui Dinas PUPR bersama dengan sejumlah pihak Kembali akan melakukan penutupan ruas jalan penghubung tersebut, rencananya Dinas PUPR akan melakukan pembersihan dan perbaikan akses jalan dampak longsor selama 5 hari kedepan, pekerjaan ini pun akan mulai dilaksanakan pada Jumat (4/2/2021) mendatang.

“Lagi-lagi kalau hanya sebatas evakuasi material longsor, kami rasa tidak akan efektif apalagi dengan alat berat berupa exacavator itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, dan tidak menutup kemungkinan kejadian ini akan terus berulang seperti tahun sebelumnya,” jelas Rahman.

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews