Harga Cabe di Pasar Segiri Semakin Pedas

Dampak Kebijakan Katim Steril, Sejumlah Pedagang mengaku Rugi

Rubrik : Samarinda | Topik : Kabar Pasar | Terbit : 11 February 2021 - 23:09

Harga Cabe di Pasar Segiri Semakin Pedas
Harga Cabe di Pasar Segiri kini tembus di harga Rp. 80 Ribu per Kilogram / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, harga sejumlah bahan pokok di pasar Segiri, Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) meroket,hal ini ditengarai lantaran pendemi Covid-19 yang melanda sejumlah wilayah indonesia yang mengakibatkan sejumlah pasokan seperti sayur mayur meroket.

Kepada kaltimnews.co, Nuryani (57) yang sehari harinya berdagang sayur mayur menuturkan bahwa harga bahan pokok  seperti cabe rawit kini harus di jual dengan angka yang cukup[ pedas. 

"Awalnya hanya Rp.25.000 hingga Rp.30.000 perkilo namun sekarang sudah menembus seharga Rp.80.000 perkilo," ujarnya pemilik lapak sayuran tersebut Kamis (11/2/2021) siang.

Dirinya juga menceritakan kondisi ekonominya yang dialaminya pasca kebijakan yang baru Gubernur Kaltim Isran Noor, menurutnya kesulitan ekonomi kian ia rasakan pasca edaran Surat instruksi Guber nur Kaltim Isran Noor untuk menutup aktivitas pasar di Sabtu dan Minggu.
  
"Apalagi sejak adanya surat edaran Gubernur Kaltim untuk tidak beraktivitas dihari Sabtu dan Minggu, membuat kami kesulitan mencari nafkah sementara kita ketahui bersama semua bahan pokok sekarang ini terus meroket,"sebutnya.

Disinggung terkait perayaan imlek, Ani sapaan akrab wanita ini mengatakan bahwa Imlek bukan merupakan penyebab melinjaknya sejumlah harga. "Naiknya harga bahan pokok ini karena besarnya kebutuhan sehari-hari dan menurunnya daya beli masyarakat, ditambah dua hari di akhir pekan dilaksanakan penutupan pasar,"ucapnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Bu Tie (53), pedagang rempah ini mengaku ikut mengalami dampak akibat kebijakan Gubernur Kaltim tentang Kaltim steril.
"Dua hari Sebelum di Kaltim steril saya sempat dapat pesanan dari luar daerah, akan tetapi setelah hal tersebut harus batal lantaran adanya edaran surat dari Gubernur Kaltim yang menutup pasar di akhir pekan, akibatnya yah terpaksa merugi,"keluhnya.

"Kalau kebijakan itu terus berlanjut, pasti pendapatan kami akan semakin berkurang. Ini saja kami sudah merasakannya, kalau terus dilanjutkan terus kebutuhan kami sehari-hari gimana?,"sambungnya. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews