Ely Hartati Rasyid Sebut Kaltim Steril Terburu-Buru

Ely: Kaltim Steril itu Bertolak Belakang dengan Kebijakan Pemerintah Pusat

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 12 February 2021 - 15:13

Ely Hartati Rasyid Sebut Kaltim Steril Terburu-Buru
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ely Hartati Rasyid / Foto: Istimewa

banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ely Hartati Rasyid menganggap keputusan pemerintah untuk melanjutkan Kaltim steril terlalu terburu-buru disertai dengan minim sosialisasi bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha.

“Komisi IV DPRD Kaltim tidak ada dimintai pendapat, kemudian masyarakat terdampak juga tidak diajak diskusi. Jadi sepertinya keputusan itu adalah keputusan pemerintah sendiri. Kedua, itu buru-buru banget pelaksanaanya. Kami juga ingin mengetahui secara detail terkait teknis pelaksanaan, ujarnya saat dihubungi awak media, Jumat (12/2/2021)

Menurut Ely, evaluasi secara komprehensif perlu dilakukan. Termasuk kata dia, Seluruh sektor terdampak perlu dikaji terkait besaran persentase efektifitas penerapan Kaltim steril selama dua hari di akhir pekan yang lalu.

“Efektif atau tidak. Di Tenggarong efektif, tapi itu karena jalan-jalan ditutup. Dampak sosial ekonominya ya tinggal bangkrutnya aja. Jadi logikanya Covidnya turun, mati kelaparannya tambah,” kata Ely.

Disebutkan Ely, mata pencaharian masyarakat khusus dibidang jasa dan kuliner untuk sekarang ini hampir lumpuh. Keadaan ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah pusat untuk memulihkan kembali roda perekonomian masyarakat.

“Seperti restoran, cafe, UMKM, hotel, wedding organizer,dan catering itukan hampir mati. Benar-benar down mentalnya. Baru mau bangkit karena ada kebijakan new normal. Padahal pemerintah pusat sudah mengeluarkan CHSE, sertifikat untuk pelaksanaan new normal. Seakan-akan aturan di atas dan di bawah ini berantakan,” terangnya.

Dari kunjungan lapangan yang dilakukan wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Kartanegara (Kukar) ini, diketahui bahwa selama era new normal, sektor pariwisata di daerah mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

“Padahal selama pandemi ini wisata lokal itu hidup. Orang-orang tidak lagi bepergian ke luar daerah. Memanfaat potensi wisata di daerah masing-masing. Semua daerah berkembang wisata domestiknya,” sebut Ely.

Oleh karena itu dirinya menegaskan bahwa Kaltim steril dengan pembatasan aktifitas secara massif sama dengan wilayah, yang dimana dalam peraturan perundang-undangan negara wajib bertanggungjawab atas hak dan kewajiban masyarakat.

“Kaltim steril ini sudah bicara karantina wilayah. Berarti negara melalui aturan harus bertanggung jawab. Kita evaluasi dampaknya. Konsekuensi kita melarang orang keluar rumah kemudian hak dan kewajibannya seperti apa,” tegasnya.

“Kita sangat menghormati upaya pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19. Tapi dibuat juga aturan supaya ekonomi bisa bernafas. Buatlah jurus-jurus jitu, kita duduk bareng sampai di mana win win solution-nya buat masyarakat. Kalau mau jangan Sabtu dan Minggu, Senin dan Selasa bisa,” tambahnya.

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews