Kejati Kaltim Tetapkan Dirut MGRM Sebagai Tersangka

IR Diduga Menggelapkan Dana Perusahaan Sebesar Rp 50 Milyar Dalam Proyek Pembangunan Tangki Timbun Minyak di Tiga Titik

Rubrik : Kaltim | Topik : Kejati Kaltim | Terbit : 18 February 2021 - 22:42

Kejati Kaltim Tetapkan Dirut MGRM Sebagai Tersangka
Tersangka IR (baju Orange) saat berada di Kejati Kaltim / Foto: Sukirman kaltimnews.co

KALTIMNEWS.CO, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengamankan kerugian uang negara senilai Rp 70 Milyar. Hal tersebut diduga dilakukan oleh Direktur Utama berinisial IR, PT. Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Kutai Kartanegara (Kukar).

“Tidak sekedar disitu, Dirut PT. MGRM diduga menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp 50 Milyar dalam proyek pembangunan tangki timbun minyak yang berlokasi tiga titik. Yakni di Kecamatan Samboja Kukar, Kota Balikpapan, dan Kota Cirebon, Jawa Barat,” ungkap Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kaltim Prihatin, dalam keterangan resmi di kantornya, Kamis (18/2/2021).

Sebelum di tetapkan sebagai tersangka IR sebelumnya juga diperiksa sebagai saksi, berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan tertanggal 8 Januari 2021 lalu.

"Proses penyidikan dimulai sejak Jumat (8/1/2021) lalu. Kami langsung meminta keterangan dari semua pihak terkait dan berkesimpulan bahwa ada dugaan korupsi yang dilakukan IR selaku Direktur Utama (Dirut) PT. MGRM Kukar," sebutnya.

Selanjutnya, kata dia, 14 hari sejak surat perintah penyidikan diterbitkan tepatnya Jumat (22/1/2021) Kejati Kaltim kemudian mendapatkan sejumlah alat bukti yang menguatkan adanya indikasi tindak pidana korupsi pada PT. MGRM tersebut.

"Tersangka IR sebelumnya pernah kami panggil sebagai saksi itu pada 8 Februari 2021, namun yang bersangkutan tidak hadir. Sehingga kami jadwalkan lagi, hari ini. Dari pemeriksaan, status IR sebagai saksi, kemudian kami naikkan status nya sebagai tersangka," pugkasnya. (*)

Langkah itu diambil Prihatin setelan mengantongi dua alat bukti yang cukup dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tangki timbun PT. Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Kukar yang dilakukan IR. Dari situ diketahui, IR sebagai penanggung jawab utama, sehingga di tetapkan IR sebagai tersangka.

"Berbekal semua bukti yang ada, kami langsung menetapkan IR sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana deviden yang bersumber dari dana Participating Interest (PI) sebesar 10 persen pada PT. MGRM," jelasnya.

Korupsi proyek pembangunan tangki timbun minyak yang dilakukan IR pada PT. MGRM Kukar, yakni masa proyek pada tahun 2018-2020. Selain proyek tangki timbun, IR juga diduga melakukan korupsi pada proyek pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Atas perkara itu, IR kami sangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider, pasal 3 ayat 1 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun,"pungkasnya.(*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews