Warga Minta Ex Tambang Tanito Harum Jadi Lahan Perikan

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 21 February 2021 - 18:57

Warga Minta Ex Tambang Tanito Harum Jadi Lahan Perikan
Anggota DPRD Kaltim, Puji Hartadi saat menggelar reses di Dusun Bensamar, Desa Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarong, Kukar. Sabtu, (20/2/2021)./ Foto: Istimewa

Banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Reses merupakan agenda wajib DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil)nya. Terlebih reses anggota DPRD ini dilakukan dalam upaya mempercepat infrastruktur pembangunan, dari reses yang dilaksanakan para anggota Dewan akan nantinya mendapatkan sejumlah saran dan masukan dari masyarakat yang kemudian dituangkan dalam pokok pikiran dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kedepannya.

Demikian yang disebutkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim),Puji Hartadi yang dihubungi media ini saat usai menggelar Reses hari Ke Empat Masa Sidang Pertama Tahun 2021, di Dusun Bensamar, Desa Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarong, Kukar. Sabtu, (20/2/2021).

“Melalui Reses ini, kami berharap masyarakat dapat mengusulkan kebutuhan yang paling urgen untuk kepentingan masyarakat setempat serta kritik yang sifatnya membangun,” ujar Puji kepada kaltimnews.co melalui pesan Whatsapp Minggu (21/2/2021) sore.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini membeberkan, sejumlah aspirasi yang ditemuinya dalam reses tersebut.

“Warga juga menguslkan agar kolam ex tambang tanito harum dimanfaatkan dibidang perikanan, selain itu perbaikan sejumlah infrastruktur dinilai warga perlu segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar maupun Pemprov Kaltim melalui Bantuan Keuangan (Bankeu), selain itu ada sejumlah warga yang meminta bantuan berupa pengadaan alat pertanian, hand traktor dan combin," beber Puji.

Lebih Jauh legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan perlu adanya sinergisitas antara Pemkab Kukar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam hal penertiban tambang ilegal yang ada di Dusun Bensamar.

"Karena disamping merusak alam, masyarakat juga merasa sangat dirugikan secara material," ungkap Puji. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews