Samsun Ingin Semut Merah Berkiprah Hingga Level Nasional

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 23 February 2021 - 22:51

Samsun Ingin Semut Merah Berkiprah Hingga Level Nasional
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun saat menghadiri Rapat Kerja Semut Merah di Salah satu Cafe di Samarinda, Senin (22/2/2021) Malam / Foto: Istimewa

Banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Sejak didirikan pada April 2019 yang lalu Semut Merah besutan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun tetap eksis hingga sekarang, hal tersebut terlihat dengan digelarnya rapat koordinasi di salah satu Café di Samarinda Senin (22/2/2021) malam.

“Semut Merah merupakan nama Tim Pemenangan saya, yang dibentuk pada April 2019 silam, didalamnya terdapat sejumlah anggota dari berbagai unsur seperti petani dan nelayan dan lainnya,” ujar Muhammad Samsun kepada media ini, Selasa (23/2/2021) sore.

Eksisnya Semut merah hingga kini dalam mengadvokasi masyarakat di paresiasi oleh Bendahara DPD PDI Perjuangan ini.

“Saya salut dengan sikap mereka, yang hingga kini masih tetap tegak lurus dengan arah perjuangan mengadvokasi masyarakat, Semut Merah terus bergerak sebagai penyambung lidah dan menampung aspirasi masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar),” ujarnya.

Koordinator semut merah, Rahmad Darmawan yang dihubungi secara terpisah menyebutkan, kehadiran semut merah tak sekedar dalam giat pilitik semata akan tetapi lebih kepada menatap aktivitas sosial masyarakat.

“Ini penegasan kembali soal komunitas, selain penyambung lidah rakyat, komitmen kami akan mempertegas gerakan sosial seperti bakti sosial (Baksos), di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Pentingnya Baksos tersebut kata dia lantaran melihat sejumlah fasilitas publik yang kami nilai kurang layak.

“Kita lihat Musholla seperti dikampung-kampung, kadang kala, kelihatan bersih tapi ambal masih berpasir, banyak fasilitas yang sudah tidak layak, nah itu yang akan kita lakukan,” terangnya.

Kembali ke Samsun, Wakil ketua DPRD Kaltim dari Dapil Kukar ini, berharap gerakan itu tak sekedar gerakan di Kukar semata, tetapi harus digaungkan se Kaltim bahkan di kancah Nasional.

“Saya lihat gerakan sosial lain sudah banyak, gerakan sosial musholla ini ada tapi minim. Kedepannya misalnya kita lihat mukenah sudah rusak atau kotor, kita cuci. Yang sudah tidak layak kita gantikan,” tutupnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews