Disorot Dewan Pembangunan Turap SKM Kembali Dilanjutkan

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 24 February 2021 - 22:49

Disorot Dewan Pembangunan Turap SKM Kembali Dilanjutkan
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Anada Emira Moeis / Foto: Arief Kaseng Kaltimnews.co

Banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Pembangunan turap Sungai Karang Mumus (SKM) akan dilanjut, hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Kaltim, Zulfi Fakhroni, yang dihubungi media ini, Rabu (24/2/2021) malam.

Menurutnya pembangunan turap sudah mendapatkan kesepakatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui rapat bersama yang digelar beberapa waktu yang lalu.

“Kami sudah menggelar rapat bersama dengan jajaran Pemkot Samarinda dan hasilnya sudah ada,” sebut Zulfi Fakhroni.

Dirinya membeberkan bahwa dari rapat tersebut, normalisasi SKM segmen Pasar Segiri bakal beriringan dengan pemagaran sempadan sungai

“Pengerjaannya bakal dilaksanakan pada akhir Februari 2021, mendatang, Langkah pertama yang akan dilakukan Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWS) III adalah pemagaran di badan sungai terlebih dahulu, dimulai dari Jembatan Gang Nibung yang bersisian Jalan Dr Soetomo, Kecamatan Samarinda Ulu. Berlanjut hingga bangunan kios potong ayam yang terletak dekat Pasar Segiri,” bebernya.

Berkaca dari pengalaman sebelunya, dalam pelaksanaanya pihaknya bakal didampingi oleh Satuan Polisi (Satpol) PP Samarinda.

“Mengingat pelaksanaan pembangunan tersebut bersinggungan dengan masyarakat, kita berharap pemagaran nanti bisa didampingi oleh Satpol PP Samarinda, mengingat sepekan ke depan alat berat pendukung operasional nanti sudah mulai masuk untuk diterjunkan ke lapangan,” ungkapnya.

Dikatakan Zulfi, penurapan bibir sungai pun telah disepakati, “Lebarnya 40 meter, namun penurapan ini akan dikerjakan pasca pemagaran terlebih dahulu.

Dalam prosesnya, didapati keberadaan rumah marbut (kaum) masjid yang terletak di belakang Pasar Segiri. Hal ini sudah dikomunikasikan dengan pengurus masjid.

“Nantinya akan kami bongkar dan dibangun kembali tepat di posisi sebelah masjid dengan tetap mempertahankan posisi bangunan masjid,” sebutnya.

Diketehui, persoalan pembangunan turap SKM Kembali mencuat saat sejumlah anggota DPRD Kalimantan Timur (Timur) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar aksi bersih bersih sungai, kegiatan tersebut merupakan instruksi dari Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

Ananda Emira Moeis pada kesempatannya sempat menyoroti pembangunan turap di bantaran sungai yang baru separuh pengerjaannya.

“Pembangunan turap itu ternyata belum rampung, alias baru 50 persen pengerjaan, masih banyak sampah dari limbah rumah tangga yang hanyut disungai, ini sangat miris, mengingat selama ini sudah banyak aktivis lingkungan yang turun melakukan aksi bersih-bersih sungai. Disisi lain dilokasi juga kami lihat sudah disediakan kapal khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda untuk mengangkut sampah di SKM,” terang Ananda Emira Moeis.

Dalam kesempatannya, anada Kembali mengimbau kepada pemerintah agar mengedepankan etika kemanusiaan.

“Kita harus manusiakan mereka, biar bagaimanapun warga yang berdiam di bantaran SKM juga merupakan warga Kota Samarinda, oleh karenanya kita meminta agar pemerintah memerhatikan dampak sosial yang terjadi nantinya, harus ada solusi juga bagi mereka,” sebut Nanda.

Hal ini diingatkan Anada lantaran pembangunan tersebut mengingat pada tahap awal pembangunan SKM sempat terjadi konflik antara masyarakat dengan pemerintah Kota Samarinda.

“Selain melakukan pendekatan sosial ke masyarakat, harusnya ada solusi yang kongkrit bagi warga contonya menyiapkan tempat tinggal yang layak huni bagi warga yang terdampak penggusuran, hingga nantinya sumber ekonomi mereka harus tetap hidup, dan ekomomi mereka tetap berjalan layaknya ditempat terdahulu, jangan sampai pembangunan yang dilakukan yang tujuannya diperuntukkan untuk rakyat namun ternyata justru hanya mengorbankan rakyat,” jelas Sekretaris DPD PDI Perjuangan itu. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews