Sutomo Jabir Ingin Porang Diproduksi Di Kaltim

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 01 April 2021 - 18:00

Sutomo Jabir Ingin Porang Diproduksi Di Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir / Foto : Istimewa

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, Guna Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sutomo Jabir melakukan kunjungan kerja di Balai Karantina Pertanian Kota Balikpapan hal ini dilakukan guna melihat langsung volume ekspor bidang pertanian yang ada di Bumi Etam tersebut.

"Karena semua produk pertanian yang diekspor itu harus ada sertifikasi dari balai karantina pertanian jadi kita lihat sendiri itu masih didominasi oleh hasil olahan kayu, hasil olahan sawit dan turunannya minyak, sabun kemudian pisang pun baru tahun 2019 itupun sekali selanjutnya tidak ada lagi,"ucap Sutomo Jabir Kamis (1/4/2021).

Lebih lanjut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim ini mengatakan kendala yang banyak di temui umumnya pada persyaratan ekspor negara penerima itu sangat ketat, belum lagi politik dagang yang kadang membatasi barang-barang hasil pertanian kita masuk ke negara lain dibatasi oleh mereka.

"Produk yang berpotensi untuk ditanam petani ke depan yaitu porang, nanti petani jual porang bukan dalam bentuk barang mentah tetapi ada industri pengolahan porang sehingga yang di ekspor barang setengah jadi atau barang jadi, selama ini kita ketahui jika porang itu di ekspor masih dalam bentuk barang mentah," ujarnya.

Sutomo Jabir menyebutkan jika di Kaltim memiliki potensi pertanian yang cukup besar lantaran karena luas lahannya yang terbentang di sejumlah kabupaten kota.

“Namun selama ini hanya sebatas luas saja persoalannya sampai sekarang pertanian belum bisa berkembang dengan bagus, lantaran belum terkelola dengan baik, lantaran salah satu indikasinya petani kita jadi malas karena pada saat ada hasil pertanian itu sulit untuk memasarkan,” bebernya.

"Yang dipikirkan sekarang adalah penanganan pasca panen, harus ada industri kemudian diekspor, supaya petani di Kaltim bisa mendapatkan sertifikasi hasil pertanian yang bagus, dengan hal tersebut tentunya masyarakat akan bersemangat dalam bertani," lanjutnya.

Menurunya sekarang ini penanganan pertanian secara menyeluruh mulai dari persiapan lahan kemudian pemeliharaan sampai pasca panen harus ada, sehingga menimbukan sentral  industry, sentral porang misalnya, dengan adanya industry bahan baku yang ada dapati langsung diloah menjadui baranbg siap pakai," tutup Sutomo (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews