3 Tahun Kepemimpinan Isran-Hadi, Sutomo Jabir: Mereka Gagal Total

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 05 April 2021 - 14:00

3 Tahun Kepemimpinan Isran-Hadi, Sutomo Jabir: Mereka Gagal Total
Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir / Foto: Istimewa

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, sudah 3 tahun kepemimpinan pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi memimpin Kalimantan Timur (Kaltim), namun hingga saat ini sejumlah perkembangan infrastruktur belum memerlihatkan perkembangan yang diharapkan. Sejumlah kritikan kreas pun mulai muncul akibat hal tersebut.

Sutomo Jabir misalnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim ini, ikut mengkritik keras kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang dinilai lamban, bukan hanya itu dirinya menyebut visi misi kaltim yang berdaulat gagal total.

“Ini tahun ketiga kepemimpinan Isran-Hadi, namun hingga kini belum ada hal yang bisa dibanggakan, semua saya anggap gagal bahkan visi dan misi kaltim yang berdaulat yang digagas itu sama sekali tidak Nampak hingga sekarang ini," sebut Sutomo Jabir saat ditemui diruangannya lantai 4 gedung D. Senin (5/4/2021) siang.

Kontraksi ekonomi Kaltim di 2020 lalu ikut memperparah kredibilitas Isran-Hadi kata dia, lantaran saat kontraksi ekonomi Gubernur Isran cendrung tidak memiliki solusi yang terarah yang mengakibatkan Kaltim berada pada minus 2,85%.

"Itu sangat terpuruk, padahal secara nasional, Indonesia hanya minus sekitar 2,07 persen. Nah itu fakta yang sulit dibantahkan," ucap anggota komisi II DPRD Kaltim tersebut.

Lain lagi disektor pangan, yang hingga kini dalam memenuhi kebutuhan sembakonya Kaltim masih melakukan tergantung dari aktivitas impor luar daerah.

“Hal ini sangat miris mengingat Kaltim, memiliki potensi lumbung pangan. Namun kenyataannya hingga hari ini aktivitas pasar terutama bahan pokok kita, masih tergantung dengan aktivitas impor. Padahal lahan pertanian kita sangat memupuni dan potensial menjadi lumbung pangan, tinggal terobosan pemerintah Kaltim, mau apa tidak," cetus sekretaris Fraksi PKB tersebut.

Lebih jauh, Sutomo Jabir membeberkan pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020, Kaltim tercatat mengalami peningkatan penduduk yang berkategori miskin sekitar 6,1 persen di semester pertama 2020 sementara disemester III mengalami peningkatan sekitar 6,5 persen.

"Respon pemerintah saat pandemi sangat tidak tepat sasaran dan cendrung ikut-ikutan sehingga tidak bisa melihat potensi yang ada akibatnya pertambahan penduduk miskin dari 2019 sekitar 219.920 jiwa menjadi 230. 270 jiwa ditahun 2020, belum lagi bicara peningkatan infrastruktur jalan, Kaltim memiliki sekitar 895 Km jalan yang kita ketahui bersama hingga saat ini dari sepanjangan jalan tersebut tidak sampai 100 Km yang berkategori baik," bebernya.

Disisi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), kinerja Isran-Hadi juga dinilai masih jauh dari harapan, walaupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menjalankan program beasiswa Kaltim tuntas, namun pada kenyatannya dari 2018 hingga 2020 hanya terdapat 8 gedung sekolah SMA yang dibangun sementara kita ketahui bersama Kaltim memiliki 7 Kabupaten dan 3 Kota Madya, jangan tanya Perguruan Tinggi (PT), boro-boro bangun PT, SMA aja hanya segitu yang bisa mereka bisa bangun," tuturnya. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews