Kadiskominfo Kaltim: Digital Signature, Efisien Waktu dan Penggunaan Kertas

Ads
Rubrik : Kaltim | Topik : Kominfo Kaltim | Terbit : 12 April 2021 - 12:00

Kadiskominfo Kaltim: Digital Signature, Efisien Waktu dan Penggunaan Kertas
Gelaran sosialisasi yang dilaksanakan oleh Diskominfo kaltim terkait tandatangan Digital / Foto: Afifah kaltimnews.co

KALTIMNEWS.CO, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar sosialisasi penggunaan Digital Signature dalam rangka pelayanan administrasi Pemerintah Provinsi Kaltim di 
Turut hadir dalam kesempatan kali ini yakni, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal dan Kepala Layanan Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSrE), Sandi Prasetiawan. 

Dalam kesempatannya, Sandi Prasetiawan mengatakan sosialisasi tersebut digelar guna mengetahui lebih mendalam tentang aplikasi digital signature atau tanda tangan digital serta cara penggunaannya, manfaat, plus minus dan fungsi dari aplikasi tersebut.

“Fungsi Digital Signature yaitu untuk memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses layanan administratif pemerintah di Kaltim, memberi perlindungan dari aspek hukum, dan perlindungan dokumen atau tanda tangan keaslian,” ujarnya. 

Berbicara mengenai aspek hukum tanda tangan digital kata dia, berupaya untuk menerapkan kewenangan seseorang yang menanda tangani sehingga memberikan dampak secara hukum sehingga aturan mainnya berbeda dengan tanda tangan manual. 

“Tanda tangan digital ini mengacu kepada UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 yang dilanjutkan dalam peraturan pemerintah No. 71 tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik sehingga ketentuan tersebut dalam tanda tangan elektronik yang terverifikasi wajib mendapatkan perlindungan sah secara hukum dan perlindungan keuntungan,” jelasnya. 

"Contohnya pejabat atau pimpinan siapapun di provinsi kaltim menanda tangani dokumen secara digital menggunakan handphone, komputer atau laptopnya maka pada saat ada orang yang memalsukan dokumen tersebut maka siapapun dapat mengetahui dokumen tersebut palsu atau dapat dilihat dari keutuhannya." sambungnya. 

Sementara itu, Kadiskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, untuk menguatkan keaslian tanda tangan digital ini pihaknya menggunakan mekanisme kriptografi “Yaitu didalamnya terdapat persandian, serta kunci-kunci kriptografi yang harus digunakan. Harapan kami dari kegiatan sosialisasi ini, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan wajib melakukan perlindungan dalam data dokumen informasi yang ditransaksikan dengan menggunakan sertifikat elektronik salah satunya menggunakan tanda tangan digital tersebut" sebut Faisal.

Tidak hanya menggelar sosialisasi mengenai Digital Signature, Dinas Kominfo Kaltim juga menggelar sosialisasi mengenai Sistem Informasi Digitalisasi Administrasi (SIDA).

"Dalam sosialisasi ini, selain digital signature kami melakukan sosialisasi mengenai Sistem Informasi Digitalisasi Administrasi (SIDA) yang hari ini launching dan akan dimulai tahap awal pada 7 sampai 10 OPD terlebih dahulu. Jika terdapat masalah, kami akan lakukan evaluasi dalam 3 bulan kedepan, dan setelah semuanya berjalan baik, maka akan diberikan kepada OPD yang lain" ujar Faisal.

Dalam hal tersebut, Faisal hanya memfokuskan terlebih dahulu ke bagian tata naskah digital atau SIDA dan belum tertuju kepada absensi digital. 

Lanjut, Faisal juga menegaskan dampak positif dari adanya aplikasi tersebut mempersingkat waktu serta mengurangi penggunaan kertas. “Terlebih lagi pada era pandemi seperti ini mengurangi adanya pertemuan dengan orang-orang dalam mengurus suatu dokumen, surat, meminta tanda-tangan, dan lain sebagainya. Aplikasi ini launching pada versi 3.0 yang dapat digunakan pada Android, dan mungkin akan saya lihat kembali jika terdapat respon dari mereka yang belum paham penggunaan aplikasi ini, maka akan dilakukan sosialisasi kembali" tutup Faisal. (*)

  • Penulis : Afifah
  • Editor : Redaksi Kaltimnews