Paino Wibowo, Tingkatkan PAD Melalui Program Penggemukan Sapi Milik BUMKam

Rubrik : Kutai Barat | Topik : Kubar | Terbit : 01 May 2021 - 18:59

Paino Wibowo, Tingkatkan PAD Melalui Program Penggemukan Sapi Milik BUMKam
Petinggi Kampung Sumbersari, Paino Wibowo (Foto: Ichal /Kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Paino Wibowo kini resmi menjabat sebagai Petinggi Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), oleh Bupati Kubar, FX Yapan, di Alun-alun Itho Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dilantik pada bersama dengan 51 Petinggi , Rabu (10/3/2021) lalu.

Sejumlah program pun kini mulai digalakkan Paino Wibowo, pasca dirinya resmi menggantikan petinggi sebelumnya yang dijabat oleh Mulyadi.

Sebut saja peningkatan perekonomian masyarakatnya melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) merupakan salah satu program kerjanya kini.

Sejumlah peningkatan perekonomian yang dimaksud yakni salah satunya dengan program penggemukan sapi yang merupakan salah satu program lanjutan dari Petinggi kampung sebemumnya.

“Kita sudah memiliki sejumlah kandang, tinggal diisi dengan sapi, setiap kandang mampu menampung sekira 40 ekor sapi yang dibeli dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), sapi tersebut Kemudian BUMKam dengan system mengelola dengan membeli sapi kurus lalu digemukan dan selanjutnya dijual, kemasyarakat umum,” ujar Paino Wibowo kepada kaltimnews.co dikediamannya pada Sabtu (1/5/2021) sore.

Sejumlah sapi yang dibeli dengan kondisi kurus tersebut nantinya akan melalui proses penggemukan dengan memakan waktu selama 4 bulan lamanya. hasil dari usaha penggemukan sapi oleh pemerintah Kampung melalui BUMKam itu sendir kata dia, nantinya akan digunakan untuk menunjang perkembangan perekonomian masyarakat  dalam berbagai apsek seperti sosial kemasyarakatan, Pendidikan, membantu jompo, janda dan anak yatim, lansia, maupun orang sakit dan warga yang sakit berkelanjutan.

“Terget kita sebelum lebaran Idul Adha para sapi yang sudah melalui program penggemukan tersebut sudah layak jual di masyarakat,” ucapnya.

Melibatkan BUMKam sendiri kata dia, bukan tanpa sebab lantaran BUMKam ini sela mini dinilai telah sehat dengan pencapaian pendapatan sebanyak ratusan juta rupiah tiap tahunnya.

“BUMKam Kampung Sumber Sari, telah mampu menghasilkan pendapatan mencapai ratusan juta Setiap tahunnya, sehingga Kampung Sumber Sari kini mampu dan mandiri dalam mengelola Anggara Dana Desa (ADD) pusat dan Anggaran Dana Kampung (ADK), 2020 lalu, BUMKam Sumber Sari telah menghasilkan pendapatan sekira Rp.90 Juta setahunnya, pada tahun ini ditargetkan dengan menghasilkan pendapatan sebesar Rp.150 Juta,” bebernya.

Selain membahas tentang wacana pengemukan sapi, Paino sapaan akrabnya ikut mengeluhkan masalah infrastruktur jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Belaw Kawasan Gesaliq, Kecamatan Barong Tongkok yang kini mengalami kerusakan yang cukup fatal. Akibatnya volume sampah Rumah Tangga (RT) Kampung Sumber Sari yang mecapai 3 ton tiap harinya, kini disiasati dengan melakukan pembuangan sampah ke TPA selama dua hari sekali.

“kita berharap jalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah mengingat jumlah Sampah milik warga cukup banyak, selama ini kami hanya mensiasati proses pembuanagnsampah tersebut dengan menangutnya menggunakan 2 unit mobil jenis pick-up milik BUMKam, setiap 2 hari sekali,” sebutnya.

Untuk diketahui bersama, Kampung Sumber Sari merupakan salah satu dari 190 Kampung di Kubar yang masuk dalam kategori Kampung mandiri. Dalam keberadaannya kampung ini telah beberpa kali menorehkan sejarah prestasi seperti menerima penghargaan sebagai Kampung terbaik satu pada lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) pada tingkat provinsi Kaltim (2020). (*)

  • Penulis : Ichal
  • Editor : Redaksi Kaltimnews