Sutomo Jabir: Sepanjang 2020 Terdapat 10.000 Orang Miskin baru di Kaltim .

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 02 May 2021 - 22:44

Sutomo Jabir:  Sepanjang 2020 Terdapat 10.000 Orang Miskin baru di Kaltim .
Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir (Foto: Sukirman / Kaltimnews.co)

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, Sejumlah terget Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 tidapstikan tidak maksimal.

Demikian yang disebutkan Sutomo Jabir saat dirinya ditemui media ini di kediamannya usai menggelar buka puasa bersama, Minggu, (2/5/2021) malam.

Anggota Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur tersebut menyebutkan jika alasan pendemi Covid-19 bukanlah alasan penghambat penerapan RPJMD maupun RKPD tersebut.

“Laju pertumbuhan perekonomian yang sangat jauh drastis di bawah rata-rata nasional, pemerataan pembangunan infrastruktur yang tidak memadai dan penerapan anggaran Covid-19 tidak maksimal, yang kita semua ketahui bahwa pada awal pandemi Pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 530 Miliyar untuk Kaltim, akan tetapi yang terserap tidak sampai 50%, artinya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini tidak tanggap, bahwa pada saat itu masyarakat sangat membutuhkan, ada uang ada masyarakat yang membutuhkan tetapi anggaran itu tidak di gunakan," bebernya.

Lebih jauh, Sutomo mengatakan sepanjang 2020 kemarin, Kaltim menorehkan pemnambahan 10.000 orang miskin baru.

"Boleh dilihat dalam dokumen LKPJ, 6,1% pada triwulan pertama dan triwulan kedua tercapai 6,8%, kalau alasan karena pandemic, kita bandingkan dengan daerah lain, malah mereka semakin berkurang jumlah penduduk miskinnya, tapi di Kaltim tidak begitu, malah bertambah," tutupnya. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews