TRENDING

Tokoh adat Dayak, ajak jaga Kondusifitas kaltim Pasca Pemilu

Jaga Komunikasi Intens dengan Tokoh Dayak, Keamanan Pemilu Jadi Tanggung Jawab Bersama

Advetorial - on 10/5/19 Tokoh adat Dayak, ajak jaga Kondusifitas kaltim Pasca Pemilu
Silaturahmi Kapolda Kaltim bersama lembaga adat dayak kaltim yang di gelar Di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Jumat (10/5/2019) Malam. (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO.Samarinda – Angin segar terjaganya perdamaian pasca tahap akhir perhitungan suara pada proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU Kaltim. Silaturahmi Kapolda Kaltim bersama lembaga adat dayak kaltim, terlaksana Jumat (10/05/2019) sekitar pukul 15.00 wita bertempat di ruang The Anggana Hotel Bumi Senyiur Jl Pangeran Diponegoro Kota Samarinda. Tak jauh dari ballroom yang menjadi lokasi proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU Kaltim.

Acara dihadiri oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto, Dir Intelkam Polda Kaltim Kombespol Wawan Mulyawan, Sik, Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto, Sik, MH, Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim Edi Gunawan, Ketua 1 PDKT Kaltim Martin Apuy,  dan Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltim Ajang Kedung.

Kemudian juga ada Kepala Lembaga Adat Dayak Tunjung Benuak Kaltim Rustani, Sekertaris Umum Dayak Kenyah Kaltim Nuh Lenjau, dan Sekertaris Dewan Adat Dayak Kaltim Martinus.

Juga hadir Juhardi dari PDKT Kaltim, Ketua 1 Lembaga Adat Dayak Kenyah Gun Ingan, Sekertaris Isen Mulang Kaltim Arbanus, Sekertaris 1 Lembaga Adat Dayak Kenyah Ajat Seli, Ipui dari Lembaga Adat.

Dalam penyampaiannya, Kapolda Kaltim mengucapkan terima kasih pada semua undangan yang telah hadir. “Silaturahmi ini berkaitan dengan Pemilu yang telah kita laksanakan dan hari ini memasuki hari terakhir perhitungan suara untuk tingkat provinsi Kaltim,” ucapnya. 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tokoh dayak yang telah membantu Kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas di Kaltim selama pelaksanaan pemilu sehingga tidak ada kejadian menonjol yang menguras tenaga dan pikiran.

“Kami yakin tokoh-tokoh adat dayak mendukung terciptanya keamanan yang kondusif namun kami meminta bagaimana cara menyampaikan kepada warga dayak agar bijak dan tidak mudah terprovokasi terutama dengan adanya berita di medsos,” bebernya.

Menurutnya, Saat ini ada kelompok tertentu yang ingin mendegelitimasi penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu untuk dijadikan kambing hitam serta melampiaskan kekecewaan terkait hasil pemilu.

“Itulah yang harus diwaspadai, kelompok ini telah mengangkat isu agama sehingga umat islam saat ini mulai terpecah dan kami mengantisipasi jangan sampai isu suku juga dimunculkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, politik tidak ada hubungannya dengan agama dan suku. Jadi, jangan sampai semuanya mudah terprovokasi isu antar suku khususnya kelompok dayak untuk mencari dukungan.

“Kita percayakan saja dengan pemerintah sebagai penyelenggara Negara. Terkait rencana pemindahan ibu kota negara, kondisi Heterogen dan kondusifitas Kaltim menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat untuk menjadikan Kaltim sebagai ibu kota Negara,” urainya.

Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim Edy Gunawan, juga menyampaikan bagaimana warga dayak kaltim sangat mendukung kondusifitas pelaksanaan Pemilu 2019. “Sejak tahun 1894 silam, sudah dilakukan deklarasi damai seluruh suku dayak di Kaltim. Tujuannya sehingga suasana damai itu selalu dan terus kita jaga,” katanya.

Mengantisipasi kelompok yang ingin memecah belah bangsa dengan membawa isu suku, Dewan Adat dayak juga melakukan Deklarasi Damai sebelum tanggal 22 Mei 2019 mendukung hasil pemilu.

Ia juga menyatakan sangat bersyukur karena selama kepemimpinan Irjen Pol Pryo Widyanto, MM sebagai Kapolda Kaltim, selalu berkoordinasi dengan pihaknya untuk menciptakan dan menjaga Kaltim dengan aman dan damai.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui jika ada kelompok yang mengatasnamakan adat dayak untuk tujuan politik. Apalagi ikut melakukan aksi people power kepada pemerintah yang sah,” jelasnya.  Bila ada yang ingin melibatkan kelompok dayak khususnya dayak kenyah pihaknya tegas menolak.

Senada, pengurus PDKT Kaltim, Juhardi mengatakan, saat dilakukan Deklarasi Damai, perlu adanya penandatanganan MOU antara Dewan Adat Dayak dengan pengurus NU Kaltim dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kaltim pasca rapat pleno KPU Kaltim.

“Dengan MOU kedua belah pihak itu, jaminan keamanan akan lebih didapatkan. Kami juga senantiasa mengingatkan ormas dayak yang ada di Kaltim agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yg berkembang di medsos terutama yang melibatkan isyu agama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltim Ajang Kedung, juga mengutarakan rasa terima kasihnya kepada kepolisian karena sudah membagun komunikasi dengan tokoh dayak.

”Kami merasa terayomi dengan seringnya diajak komunikasi oleh Kapolda Kaltim, dan kami mendukung langkah Kepolisian dalam mengamankan wilayah Kaltim agar tidak terjadi perpecahan,” ucapnya.(*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Polresta Samarinda