Etika Komunikasi Pada Media Sosial Twitter Sebagai Ruang Publik

Oleh: Hanifah Nahda

Rubrik : Opini | Topik : Edukasi | Terbit : 13 April 2021 - 23:36

Etika Komunikasi Pada Media Sosial Twitter Sebagai Ruang Publik
Ilustrasi Etika Komunikasi (Foto: Afifah/Kaltimnews.co)

Kemajuan dari teknologi informasi dan komunikasi yang semakin meningkat ini, tentunya kian mempengaruhi proses komunikasi pada manusia, kehadiran media digital, tentunya lambat laun menggantikan peran komunikasi mausia yang dahulunya hanya menggunakan media konvensional hal ini disebabkan kehadiram media digital lebih dianggap interaktif baik dari sisi kecepatan, system tehnologi informasi yang disampaikan pun beragam seperti teks, suara, gambar sehingga menjadi hidup yang semua dipadu dengan perkembangan internet yang seakan menjadi kebutuhan manusia modern.

Salah satu bentuk media digital yang sudah menjadi bagian komunikasi dari manusia saat ini ialah media sosial. Di media sosial, setiap orang memiliki akun pribadi yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi, memberikan komentar, maupun beradu argumentasi dengan akun lainnya. Tidak hanya itu saat ini media sosial juga meruapakan ruang publik terbuka, yang dapat digunakan oleh hampir seluruh kalangan masyarakat digital guna mengembangkan ruang publik demokratis yang terpatok pada lingkup komunikasi konvensional saja.

Pentingnya media sosial sebagai ruang publik saat ini menjadikan media sosial dianggap lebih demokratis karena setiap individu secara interaktif dapat berkontribusi di dalamnya. menurut perspektif Habermas, ruang publik adalah arena dimana setiap individu berhak masuk dan berbicara tanpa tekanan dari individu lain.

Media sosial yang juga dapat dimanfaatkan berbagai pihak untuk membangun komunikasi peartisipatif yang efektif, yang dapat melahirkan partisipasi publik dalam  menggiring opini. Di Indonesia penggunaan internet mendekati angka 196,7 juta jiwa, data tersebut diperoleh deri Asosiasi penyelenggaraan jasa internet Indonesia (APJII) pada tanggal 9 November 2020. Twitter menjadi media sosial yang digunakan terbanyak di Indonesia. Twitter sebagai salah satu bentuk media sosial yang digunakan sebagai saluran untuk membangun new public sphere atau ruang perbincangan publik baru dalam masyarakat.

Berbagai informasi maupun isu-isu bertebaran di Twitter, mulai dari isu yang biasa  hingga isu yang sedang kontroversial yang dapat mengundang terjadinya perbincangan publik yang kesemuanya dapat menggiring opini sejumlah pihak, namun sebagian kelompok menjadikan ruang publik demokratis tersebut menjadi tempat untuk saling caci bahkan menjatuhkan pihak lainnya dan delegitimasi. Perlunya etika komunikasi dalam berinteraksi dengan pengguna twitter lainnya

Ciri dari media sosial twitter yang masih dianggap bebas dalam memberikan pendapat mengakibatkan adanya pesan yang tidak terkontrol dan dengan mudah tersebar luas ke berbagai masyarakat digital yang memicu para politisi berkompetisi dalam menggiring opini publik. Bukan hanya berita positif, pada twitter juga terdapat berita bohong (hoax) maupun berita palsu (fake news).

Salah satu contohnya ialah Trending tagar #Nyusahin, #ApaKabarFirzaHusein yang isinya tentang kebencian kepulangan habib Rizieq Shihab, sedangkan tagar #WelcomehomeHRS yang digunakan sebagian masyarakat yang senang akan kepulangan Habib Rizieq, berbagai macam isi dari tagar tersebut yang membela opini dari masing-masing pihak, sehingga beberpa pihak membuat isu atau berita palsu terkait HRS untuk menggiring opini publik.

Pentingnya etika komunikasi dalam berpendapat atau menyampaikan opini agar dapat menghargai pendapat satu sama lain sehinnga tidak mengakibatkan komunikasi yang terdistorsi. Sehingga Ruang publik pada media sosial Twitter dapat menjadi arena diskusi argumentatif yang rasional dan tidak menjadi arena intimidasi dan dominasi yang monologis yang dapat mengakibatkan karakter publiknya.

Referensi yang digunakan penulis: (https://kabar24.bisnis.com/read/20201110/15/1315927/habib-rizieq-kuasai-twitter-sejak-tiba-di-indonesia. https://media.neliti.com/media/publications/231012-twitter-dan-ruang-publik-pemerintahan-lo-abbf5cd7.pdf)
 

 

Semua tulisan dalam rublik ini merupakan tanggung jawab dari penulis,  

  • Penulis : Kolom Opini
  • Editor : Redaksi Kaltimnews