Sutomo Jabir: Banjir Bandang di Berau Disebabkan Aktivitas Tambang

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 20 May 2021 - 14:00

Sutomo Jabir: Banjir Bandang di Berau Disebabkan Aktivitas Tambang
Anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir (Foto: Istimewa/Kaltimnews.co)

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, Banjir bandang yang menerjang 14 kampung dari 4 Kecamatan wilayah Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan dari sejumlah pihak salah satunya yakni dari anggota DPRD Kaltim, Sutomo Jabir.

Dalam keterangannya kepada media ini, politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan bahwa salah satu penyebab bencana tersebut adalah adanya aktifitas perusahaan tambang batu bara disekitar area sungai, terlebih dengan dengan kurangnya kegiatan reklamasi pasca tambang yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Oleh karena itu dirinya mendesak kepada pemerintah dan sejumlah pihak agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat perusahaan yang meklakukan aktifitas disekitar aliran sungai wajib bahkan harus konsisten melaksanakan kewajibannya untuk merawat lingkungan.

“Perlunya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi serta mengantisipasi kejadian serupa, jangan kejadian ini terus berlanjut akibat ulah dari perusahaan yang melakukan aktifitas tambang,” ujar Sutomo Jabir, Kamis (20/5/2021).

Bukan hanya itu, Sekretari Fraksi PKB ini juga menurutkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim khusus terkait hal itu.

"Investigasi dulu, kita cari info akurat. Walau disekitar alur sungai sering banjir tiap tahun namun jangan tahun ini yang menjadi pembeda," cetusnya.

Seperti yang diketahui bersama banjir bandang yang melanda wilayah Berau merendam 2.507 Kepala Keluarga (KK) dari 14 desa terdampak terparah. Enam desa dihilir sungai seperti, Desa Tumbik Dayak, Tumbik Melayu, Inaran, Pegat Bukur, Desa Bena Baru, dan Desa Long Lanuk. Serta delapan desa di hulu sungai Kelay diantaranya, Desa Long Beliu, Lesan Dayak, Muara Mesan, dan Merasa.

Sedangkan Empat desa lainnya, berada di hulu Sungai Segah yakni, Desa Punan Segah, Long Lai, Long Ayap, dan Long Ayan.    

“Selain merendam pemukiman warga, banjir ini juga ikut merendam sejumlah ruas jalan, selain itu lahan perkebunan, serta pertanian milik warga dipastikan ikut rusak total akibat terjangan banjir bandang ini,” tutup Sutomo Jabir. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews