TRENDING

Tokoh Muslim Samarinda Ajak Bangun Persatuan dan Keutuhan Bangsa Pasca Pemilu

Dihadiri 400 Orang

Advetorial - on 11/5/19 Tokoh Muslim Samarinda Ajak Bangun Persatuan dan Keutuhan Bangsa Pasca Pemilu
Acara Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren dan Cendekiawan Muslim Kaltim Untuk Indonesia Damai yang digelar di Hotel Bumi Senyiur, Sabtu (11/5/2019) malam. (Foto:Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pesta Demokrasi serentak yang dihelat 17 April 2019 lalu kini telah usai, namun dampak dari Pemilu 2019 khusunya pemilihan presiden dan wakil presiden memberikan dampak besar terhadap keutuhan bangsa.

“Bangsa kita terpecah karna perbedaan pilihan dan pandangan. Bahwa para alim ulama, para habaib, para cendekiawan mari kita bersama sama memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Kita harus siap kalah dan siap menang. Mari jaga Indonesia mari jaga Kaltim,” Ujar Rektor NU, Farid Wadjdy, pada acara Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren dan Cendekiawan Muslim Kaltim Untuk Indonesia Damai di Hotel Bumi Senyiur, Sabtu (11/5/2019) malam.

Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Kalimantan Timur, KH. Hamri Has, menuturkan  bahwa pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat pasca pemilu kemarin, agar dapat kembali membangun persatuan dan keutuhan bangsa.

“Kita tahu pada masa pemilu tadi, saling bersitegang satu dengan lainnya karena beda pilihan, sekarang sudah saatnya ketegangan yang ada harus dikubur jauh jauh.Bagimana kedepan kita harus membangun bangsa ini bersama sama dan tidak mungkin dilakukan kita sendiri.Mari kita tinggalkan yang telah lal,tumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan selama ini hanya pihak-pihak tertentu saja yang merasakan bahwa Indonesia ini kaya. Maka dari itu, dia menghimbau agar semua pihak dapat satu padu dalam menjaga dan membangun cita-cita bangsa agar setiap masyarakat dapat merasakan yang dinamakan Indonesia kaya.

“Selama ini hanya pihak tertentu yang merasakan Indonesia kaya, mari kita wujudkan agar semua masyarakat Kaltim dapat merasakan hal ini,”pesannya.

Selain itu, Hamri Has juga menyampaikan agar semua masyarakat dapat menghargai proses pemilu yang telah terselenggara dan dapat menerima setiap keputusan yang akan ditetapkan.

“Siapapun nanti yang terpilih, itu adalah presiden kita. Hanya saya berharap kepada siapa pun nanti presiden kita yang terpilih, agar dapat lebih memperhatikan Kalimantan Timur, dengan segala potensi yang kita miliki,” tutupnya

Sementara itu inisiator kegitan KH. Muhammad Rasyid mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakannya dengan tujuan untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam menyikapi segala informasi dan perkembangan yang ada

“Ditambah dengan wibawa para ulama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat memberikan wawasan politik dan kesadaran berdemokrasi kepada masyarakat, seperti kita ketahui partisipasi masyarakat pada pemilu kali ini sangat tinggi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, oleh karena itu diharapkan tidak mudah terpengaruh terhadap segala bentuk provokasi yang ada dan juga tetap menghargai konstitusi yang ada,”sebutnya .

Acara yang dirangkai dengan Pembacaan Maklumat oleh Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof. Mas Jaya tersebut dihadiri oleh sejumlha tokoh penting seperti KH. Muhammad Rasyid (Rois Suryah NU Kaltim), KH. Fakhruddin Wahab, M.Th (Imam Besar Islamic Center), Dr. H. Syech Habib Hamzah, M.Pd.I (Rabithah Alawiyah Kaltim), Ustadz Drs. H. Nasihin, DR. H. M. Ilyasin M.PD (Rektor IAIN Samarinda), KH. Ali Cholil (Pimp Ponpes Syaichona Cholil), KH. Siswanto (Ketua PW Muhammadiyah Kaltim), KH. Asmuni Ali (Ketua FKUB Kaltim), KH. Yoes Sutomo (Ketua Forum Kebangsan), Drs. KH. Hamri Has (Ketua MUI Kaltim) dan 400 orang Peserta Moltaqoh. (*)

 

 

 

 

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Polresta Samarinda