Inilah Keunggulan Pupuk Eco Farming.

Rubrik : Kutai Barat | Topik : Kubar | Terbit : 07 June 2021 - 18:00

Inilah Keunggulan Pupuk Eco Farming.
Marlon Brando Eco Farming (dua kanan), saat memberikan penyuluhan cara bercocok tanam sayuran yang baik kepada petani Sayur di RT.02 Kampung Ngeyan Asa Kecamatan Barong Tongkok. (Foto: Ichal /kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Petani kebun sayur di RT 02 Kampung Ngeyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) Senin (7/6/2021) siang, mengikuti penyuluhan tata cara menanam sayuran yang baik, bersama Stokis Pupuk Organik Eco Farming Kubar, Marlon Brando.

Dalam kesempatannya tersebut Marlon Brando menyebutkan jika lahan pertanian yang sudah tak produktif atau tidak sehat tak perlu dikhawatirkan oleh para petani. Hal tersebut dikarenakan selama ini petani bisa memanfaatkan pupuk organik super aktif berupa Eco Farming untuk menyehatkan Kembali areal yang kurang subur.

“Pupuk organik Eco Farming di produksi oleh PT Best. Di Kubar, kami juga melakukan demostrasi plot (Demplot). Yaitu penyuluhan pertanian kepada petani, dalam penyuluhan itu dilakukan ujicoba penggunaan pupuk organik eco farming sejak masa tanam,” ujar, Marlon Brando.

Menurutnya, demplot yang dilakukan Eco Farming selama ini, untuk membantu para petani mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Bahkan dengan pembukaan demplot pertanian itu, Stokis Eco Farming Kubar, memberikan secara cuma-cuma alias gratis pupuk organik tersebut kepada petani pemilik kebun.

“Kami ingin membuktikan, memberikan satu kepastian kepada para petani. Bahwa pupuk organik Eco Farming aktif teknologi ini, merupakan hasil pemikiran dari profesor-profesor pertanian yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB),” tuturnya.

Dia menjelaskan, selain menekan biaya, para petani juga dapat menghemat tenaga dan waktu dalam penggunaan pupuk tersebut.

“Menggunakan pupuk organik Eco Farming, dapat menekan cost (biaya produksi) petani sebesar 50 hingga 75 persen. Kemudian meminimalisir tenaga dan waktu, menghalau hama, dan yang terpenting, menaikkan hasil produksi sekitar 30 hingga 40 persen,” jelas Marlon.

Dia menuturkan, dengan menggunakan eco farming hasil pertanian menjadi sehat. Karena eco farming merupakan pupuk organik tanpa campuran kimia sedikitpun. 

Di Kutai Barat sendiri, eco farming telah bekerja sama dengan petani, sudah ada sekitar 15-20 demplot. Salah satu yang sudah berhasil adalah demplot penanaman jagung dan tomat di Kelompok Tani Argo Mulyo, Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok.

“Demplot jagung sekitar 1 hektare. Kalau bertani biasa dilahan seluas 1,4 hektare, hasil panennya hanya sekitar 1,8 ton.  Dengan mengaplikasikan 60 persen eco farming, lahan seluas 1 hektare tanaman jagung bisa menghasilkan sekali panen 2,3 ton,” urainya.

Bahkan kata Marlon Brando, beberapa bukti dari petani tomat yang sebelumnya menggunakan pupuk kimia. Setelah menggunakan eco farming, hasil produksinya meningkat hingga 40 persen.

"Di Kutai Barat saat ini sudah banyak petani beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik Eco Farming,” tandasnya. 

Sementara itu, Suminanto (48), salah satu pengelola lahan demplot Eco Farming Kubar, mengaku bangga lahan kebun sayurnya dijadikan demplot.

Dirinya mengatakan, sejak 2010 silam, ia berkebun sayur diatas lahan pinjam pakai milik warga asli Kubar tersebut, dalam proses sebelumnya dirinya menggunakan pupuk kimia.

“Awalnya sangat subur. Seiring waktu penghasilan panen malah semakin berkurang, bahkan merosot tajam. Dalam satu kesempatan beralih ke pupuk organik eco farming. Katanya bisa menyuburkan tanah. Ini pertama kali saya mencoba, semoga panen nanti berhasil,"tuturnya. (*)

  • Penulis : Ichal
  • Editor : Redaksi Kaltimnews