GM-Pekat Sebut, IPA Sei Kapih Menggunakan Material Bekas.

Rubrik : Kaltim | Topik : Kejati Kaltim | Terbit : 07 June 2021 - 16:00

GM-Pekat Sebut, IPA Sei Kapih Menggunakan Material Bekas.
GM-Pekat saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim, jalan bung tomo, Samarinda Seberang. (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahsiswa Penduli Kalimantan Timur (GM-Pekat) melakukan unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim, jalan bung tomo, Samarinda Seberang.

Dalam aksinya mahasiswa mendesak Kejati Kaltim agar memeriksa pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Perusahaan Umum Daerah Sungai Kapih, tepatnya didekat jembatan Mahkota II.

Koordinator lapangan, Adi Afriansyah menguraikan pembangunan IPA tersebut, diduga menelan anggaran sekitar Rp9.750. 000.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang masuk ke APBD Kota Samarinda tahun 2016.

"Sampai saat ini IPA tersebut belum berfungsi, kalau lah IPA Sei Kapih itu berfungsi maka masyarakat samarinda tidak kesusahan air," urai Adi Afriansyah saat dikonfirmasi via whatsApp. Senin (7/6/2021).

Selain itu, Adi menerangkan, pihaknya menduga pembangunan IPA Sei Kapih menggunakan material bekas yang rentan rusak.

"Dugaan kami, pembangunan tersebut menggunakan bahan material bekas, karena kita ketahui saat ini, IPA tidak dapat difungsikan," ucap Adi.

Oleh karena itu pihaknya meminta pihak Kejati Kaltim, agar membentuk team investigasi dalam rangka menyelidiki kasus dugaan praktek korupsi pada pembangunan IPA Sei Kapih.

Diketahui, dalam aksinya mahasiswa melontarkan tiga poin tuntutan antara lain yakni, meminta Kejati Kaltim untuk memeriksa proyek pembangunan IPA Sei Kapih, selain itu mereka juga meminta Kejati Kaltim untuk memeriksa Kepala Dinas PUPR kota Samarinda pada periode pembangunan IPA Sei Kapih serta meminta Kejati Kaltim agar memeriksa oknum yang mengalokasikan Bankeu untuk pembangunan IPA Sei Kapih.

Setelah melakukan aksi, massa diterima oleh Kasi Penkumham, Tony Yuswanto. Ia mengatakan pihaknya mengapresiasi laporan aksi mahasiswa serta bahwa itu semua adalah Keterbukaan informasi publik “Dalam hal ini kita menerima apa yang masyarakat adukan, terkait adanya suatu temuan yang mungkin menjadi suatu tindak korupsi itu dipersilahkan, masyarakat berhak melaporkan,” ujarnya.

"Pasca laporan masuk, kedepannya kita akan melakukan proses sesuai dengan ketentuan yang ada. Dalam laporan yang kita dapatkan disini dari GM Pekat itu menyampaikan bahwa ada indikasi tindakan pidana korupsi terhadap pembangunan instalasi pipa air bersih (IPA) di sungai Kapih," sebut Tony.

Dikatakan Tony kedepan semu laporan yang disampikan mahasiwa tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada. “Kita lakukan secara maksimal, karena dari laporan ini tidak ada data pendukung awal sebagai syarat untuk mengajukan laporan tidak ada. Yakin lah kami pasti akan kerja secara maksimal dan berusaha sedapat mungkin dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," pungkas Tony. (*)

  • Penulis : Heriman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews