Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim Naik dan Tertinggi Ketiga Nasional.

Ads
Rubrik : Kaltim | Topik : Kominfo Kaltim | Terbit : 09 June 2021 - 15:33

Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim Naik dan Tertinggi Ketiga Nasional.
Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mempertahankan ranking ketiga nasional dalam penilaian Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2021, dengan nilai 82,27 nilai tersebut terbilang naik dari tahun sebelumnya yakni 81,84. Hal tersebut terungkap pada saat penilaian final dalam FGD IKP yang digelar oleh Dewan Pers, Selasa (8/6/2021) kemarin.

“Kabar gembira disampaikan oleh Ketua PWI Kaltim, Endro S. Effendi yang langsung menghadiri sebagai informan ahli yang ditunjuk mewakili Kaltim. Alhamdullillah kita bertahan di posisi 3 besar nasional dengan nilai 82,27 dibawah Kepulauan Riau, dengan nilai 83,30 dan Jabar dengan 82,66,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal kepada media ini Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, meskipun tidak ada perubahan posisi tingkat nasional namun nilai IKP Provinsi Kaltim meningkat dari sebelumnya dengan angka 81,84 berada dibawah Maluku dan Sulawesi Tengah (Sulteng) dan hanya Kaltim yang bertahan di peringkat 3 besar.

“Memang kalau dilihat sejak tahun 2018 nilai IKP Provinsi Kaltim selalu mengalami peningkatan terus hanya ranking nasional saja yang berubah-rubah,” sebutnya.

Dikatakannya posisi Kaltim ini tetap terbaik di antara semua provinsi di Kalimantan bahkan terbaik di wilayah Indonesia tengah dan timur serta nilai IKP yang diraih Kaltim ini diatas rata-rata nasional yakni 77,70.

Sementara itu Ketua PWI Provinsi Kaltim, Endro S Effendi, mengatakan bahwa hasil IKP 2021 kali ini menempatkan posisi Indonesia belum dinyatakan bebas.  “Agar dikatakan bahwa pers di Indonesia bebas, harus meraih angka 90 sampai 100. Sementara yang diraih Kepulauan Riau hingga Kaltim, masih tergolong cukup bebas,” sebut Endro.

“FGD ini merupakan finalisasi dari seluruh rangkaian survey dan FGD yang telah dilaksanakan di daerah maupun dipusat, dengan dihadiri 15 orang informan ahli dari 15 provinsi yang ditunjuk Dewan Pers dan nilai indeksnya menempatkan Indonesia dengan kategori Cukup Bebas” jelas Endro S.Effendi. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews