Rusman Yaqub Sesalkan Pembongkaran Gedung SMAN 10

Ads
Rubrik : Politik | Topik : DPRD Kaltim | Terbit : 08 June 2021 - 19:00

Rusman Yaqub Sesalkan Pembongkaran Gedung SMAN 10
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub (Foto: Istimewa)

banner-DPRD-Kaltim-2021-baru

KALTIMNEWS.CO, Beredar Informasi adanya pembongkaran gedung asrama SMAN 10 Melati Samarinda yang berlokasi di Jalan H M Rafiddin, Rapak Dalam, Samarinda Seberang, menoreh rasa kekecewaan dari sejumlah pihak.

Rusman Yaqub misalnya, Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) ini, mengaku kecewa dengan aksi pembongkaran Gedung sekolah tersebut. Menurutnya seblum melakukan pembongkaran, semestinya sebelumnya dilakukan sejumlah upaya persuasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tempat tersebut.

“Kami sudah menjadwalkan, untuk memanggil semua pihak terkait dalam persoalan SMAN 10 Melati. Mulai dari komite sekolah hingga dengan nantinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim agar masalah tersebut tidak berlarut-larut,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kaltim ini.

Diaktakan Rusman, sejauh ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan komite SMA 10 Melati. “Sudah ada menyampaikan usulan, untuk dapat bertemu dengan kami dalam rangka membahas permasalahan yang ada di sekolah mereka. Dan kami sudah mengiyakan untuk hal itu, karena kami juga ingin mendalami apa masalah sebenarnya,” urai Rusman, Selasa, (8/6/2021).

Rusman menyadari kalau masalah atau sengketa SMAN 10 Melati Samarinda bukan hal baru. Tetapi sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum mendapatkan titik terang. Bahkan, masalahnya selalu muncul di setiap tahunnya. Untuk itu, dia berjanji, kalau DPRD Kaltim akan berdiri pada garis tengah. Sebagai penengah, tidak ingin berberat sebelah.

“Yang pasti, kami akan berdiri di semua kepentingan. Tidak ingin berpihak pada siapapun. Kami hanya akan berdiri bagi kepentingan dunia pendidikan yang ada di Kaltim. Bagi anak-anak kita yang ingin mendapatkan pelajaran,” jelasnya.

Selain itu, Rusman mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltim agar tidak hanya duduk berpangku tangan. Melainkan dapat mengambil sikap yang tegas dalam menyelesaikan permasalahan itu.

“Apalagi dengan adanya aksi pembongkaran salah satu gedung SMA 10 Melati pada Minggu, (6/6/2021) lalu. Persoalan ini harus dilihat secara jernih saya kira. Cuman saya juga cukup menyayangkan, kok dunia pendidikan jadi tarik menarik begitu. Mestinya dunia pendidikan itu dibangun atas kesadaran bersama untuk mencerdaskan anak bangsa. Bukannya dipertontonkan untuk saling berebut,” pungkasnya. (*)

  • Penulis : Sukirman
  • Editor : Redaksi Kaltimnews