Irwan Fecho Peduli, Turunkan Relawan Gelar Tes Antigen Gratis

Rubrik : Nasional | Topik : Covid-19 | Terbit : 31 July 2021 - 18:00

Irwan Fecho Peduli, Turunkan Relawan Gelar Tes Antigen Gratis
Warga yang tengah antri menunggu giliran swab antigen yang disiapkan anggota DPR-RI Irwan (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Tim relawan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Irwan melakukan kegiatan Tes antigen gratis bagi warga yang terpapar wabah Covid-19 yang berlokasi di RT 48 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda. Tak hanya menjalani tes antigen, setelah pulang warga pun dibekali sejumlah bingkisan.

Irwan melalui koordinator tim relawannya, Andi Andis mengatakan, berawal dari keinginan warga RT 48 yang ingin melepas status lockdown di wilayahnya sehingga dilaksanakan program antigen gratis.

"Lantaran pelepasan status tersebut harus berdasarkan data yang bersumber dari pernyataan negatif dari tes antigen dan hasil tesnya akan keluar malam ini,” kata Andi, Sabtu, (31/7/2021).

Ia menjelaskan, masyarakat dapat melepas status tersebut apabila, tingkat progres kesembuhan tinggi. Sehingga pihaknya memandang bahwa tes antigen ini dianggap perlu dan penting untuk dilaksanakan.

“Karena kami melihat ada pukulan psikologi khusunya bagi warga RT 48 yang menerapkan status lockdown,” terangnya.

Disebutkan Andi, bahwa program ini dapat menjadi percontohan bagi masyarakat maupun pemerintah agar jelas dan tegas dalam bersikap demi menekan laju penyebaran Covid-19 di tanah Borneo, dan pihaknya juga bekerjasama dengan klinik setempat di Samarinda.

“Di sini kami menemukan, bahwa data warga yang terpapar dan meninggal sangat tertata. Sehingga hal ini juga yang mendasari kami berani men-support warga,” tutupnya.

Sementara, melalui Ketua RT 48, Sempaja Timur, Rusniansyah menyebut dirinya sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan tes antigen ini. Lantaran pihaknya telah menetapkan lockdown pada 24 Juli hingga 1 Agustus dan ingin segera melepas status tersebut.

Rusniansyah menjelaskan, dari sekira 900-an warganya yang terdiri dari 230 Kepala keluarga (KK), 55 orang terpapar Covid-19. Dari jumlah yang terpapar, 3 diantaranya telah meninggal dunia.

“Banyaknya warga yang terpapar karena masih banyak yang berpikiran, bahwa positif Covid-19 merupakan aib. Sehingga tak melapor ke RT setempat dan terlambat mendapat penanganan, untuk itu warga disini berinisiatif dan sepakat untuk melaksanakan lockdown. Karena banyak yang terpapar,” ujarnya.

Sedangkan warga yang telah dinyatakan positif Covid-19 kata dia, memilih untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman). Dengan pasokan makanan yang berasal dari iuran warga setempat. Dalam hal ini, Rusniansyah sangat menyayangkan lambatnya respon pemerintah dalam membantu warga yang tengah menjalani Isoman.

Sehingga warga setempat saling bahu membahu memperhatikan sesama serta dibantu dapur umum yang disediakan oleh tim relawan Irwan Fecho.

“Pemerintah sangat lambat menangani hal ini, sampai saat ini belum ada uluran tangan dari pemerintah, sedangkan makanan bagi warga yang melaksanakan isoman berasal dari sumbangan warga,” tandasnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews