TRENDING

Ini Dia Antisipasi Lonjakan Mudik Kaltim

Rencana Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019/1440 H Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur.

Metro - on 15/5/19 Ini Dia Antisipasi Lonjakan Mudik Kaltim
Atasi Lonjakan Penumpang para maskapai kini telah meminta extra flight untuk pelbagai tujuan, peningkatan jumlah penumpang diperkirakan akan terjadi pada H-4 hingga H+2 lebaran (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO.Samarinda - Anda bersiap untuk mudik lebaran dengan sanak keluarga di kampung tercinta? Nah, sebaiknya simak dulu info terkait arus mudik ini. Jelang kepadatan arus mudik nanti, Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) telah mempersiapkan langkah dan antisipasi strategis lewat Rencana Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019/1440 H Provinsi Kalimantan Timur.

Kadishub-Kaltim-Salman.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)

Lewat rapat koordinasi dengan semua pihak terkait, didapatkan formula utama untuk mengantisipasi lonjakan pada penumpang disemua angkutan. Baik darat, laut, dan udara.
Secara umum diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 6 hingga 10%. Utamanya pada H-4 hingga H+2 lebaran.

Paling diantisipasi adalah lonjakan yang terjadi pada dua bandara utama yakni Bandara Sultan AJi Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan dan bandara APT. Pranoto (APTP) Samarinda. Tanda-tanda kepadatan itu sudah terasa. Data Dishub untuk April 2019, sudah mencatat 4000 jumlah penumpang di Bandara APT. Pranoto  saja. Atau sekitar 1000 pergerakan penumpang berangkat dan datang dalam sebulan atau sekitar 400-an lebih dalam seminggu.

lonjakan-penumpang-jelang-lebaran.

Grafik lonjakan penumpang jelang lebaran 2019 di Samarinda dan Balikpapan (Desain : Kaltimnews.co)

Lantas, bagaimana jika terjadi lonjakan penumpang?

“Sudah diantisipasi dengan mempersiapkan extra flight : dengan tujuan Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Semarang diluar rute yang sudah ada,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman, kepada awak media di ruang kerjanya Rabu (15/5/2019) siang.

Ia juga menyebut penambahan itu sampai saat ini sudah dikonfirmasi oleh maskapai Nam Air dan Lion Group. Selain itu, agar kenyamanan penumpang terakomodir selama menunggu jam penerbangan, baik bandara SAMS maupun APTP, menyiapkan posko khusus penumpang yang bermalam dibandara yang berasal dari daerah jauh.

“Untuk SAMS mungkin tak akan mengalami kendala karena sudah berpengalaman dalam menghadapi lonjakan penumpang. Nah, bagi APTP, ini menjadi pengalaman pertama melayani perkiraan membludaknya penumpang,” katanya.

Mengacu pada pergerakan jumlah penumpang dalam beberapa bulan terakhir termasuk merunut data tahun sebelumnya, Ia menargetkan, total akan ada pergerakan 520 ribu penumpang. Detilnya, dari SAMS sebanyak 500 ribu, dan dari APTP sebanyak 20 ribu penumpang dengan perkiraan kenaikan 6-10%. Ia menyebut target itu optmistis bisa tercapai, lantaran data rata-rata menunjukkan, pada April saja, kisaran 90 ribu total penumpang terdata. Dimana yang berangkat mencapai 45 ribu orang dan datang sekitar 44 ribu orang.

Selain itu, Bandara pun diminta bersiap. Khusus APTP, tergolong harus bergerak cepat. Failitas pun dilengkapi termasuk pemasangan alat bantu pendaratan. Sementara, untuk jasa angkutan laut, bila terjadi lonjakan penumpang, dipersiapkan tambahan kapal navigasi dan juga dari Pelni.

Sebelumnya, khusus area Kaltim ada program mudik gratis kerjasama dengan PKT Bontang pada 21 dan 25 Mei & juga pada 1 dan 6 Juni oleh Pelni. Khusus angkutan darat, focus persiapan dan pengawasan, pada trayek jauh. salah satunya rute Berau. Karena unit bis yang beroperasi masih minim, aktivasi travel dipersiapkan. Termasuk angkutan plat hitam. “Semuanya tetap dipantau. Terutama dari sisi kemanan dan keselamatan penumpang,” sebutnya.

Bersama jajarannya ia kini focus standardisasi dan kondisi layak jalan bag ibis dengan rute jauh. “Hingga kini baru 75% kondisi armada bis yang secara administrasi dan teknisnya layak jalan. Sisanya masih bermasalah termasuk izinnya. Nah, itulah yang kini kami kejar dan harus kelar sebelum kepadatan masa mudik,” katanya.

TIKET PESAWAT TETAP MAHAL?

Sesuai arahan menteri Perhubungan terbaru bahwa harga tiket per tanggal 15 Mei 2019 mengalami penurunan mulai 12 hingga 15%, juga memengaruhi kondisi padatnya penumpang. Hanya saja, Dishub Kaltim juga menunggu karena penuruanan dari tarif batas atas itu hanya berlaku pada rute gemuk saja.

“Apakah Samarinda dan Balikpapan masuk dalam rute gemuk? kita lihat secepatnya. Kontrol harga tiket tidak bisa terpantau oleh Dishub karena menjadi wewenang maskapai dalam menentukan harga sesuai tarif batas bawah dan tarif batas atas,” jelasnya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Ramadhan