Faisal: Komunikasi Memiliki Peran Peting Dalam Memersatukan Bangsa

Ads
Rubrik : Kaltim | Topik : Kominfo Kaltim | Terbit : 02 September 2021 - 17:00

Faisal: Komunikasi Memiliki Peran Peting Dalam Memersatukan Bangsa
Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhmaad Faisal ( Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Komunikasi memegang peran penting dalam kehidupan manusia baik dalam sosial ataupun pribadi. Demikian disebutkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal dalam acara kegiatan kuliah umum dengan tema “Tantangan Komunikasi di Tengah Keberagaman Budaya” secara virtual pada Kamis (2/9/2021).

Menurut Faisal, komunikasi yang efektif dapat membantu manusia memecahkan permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial, profesional, dan pribadi serta dalam memperbaiki hubungan bermasyarakat.

“Banyak masalah yang terjadi didalam kehidupan sosial disebabkan oleh kegagalan dalam berkomunikasi seperti konflik politik, konflik artis, dan lain sebagainya,” ujar Faisal.

Diketahi kegiatan tersebut menjadi ajang edukasi mahasiswa tentang betapa pentingnya komunikasi untuk pemersatu bangsa Indonesia.

Faisal mengatakan peran komunikasi sangat penting bahkan krusial dalam memersatukan bangsa Indonesia.

“Contohnya, dari setiap daerah, Indonesia memiliki banyak bahasa daerah yang beragam maka dari itulah diperlukan komunikasi yang baik untuk menyatukan persepsi yang berbeda, terutama menggunakan bahasa indonesia. Dengan budaya sangat mudah terjadi penyatuan kebergaman budaya,” sebutnya.

Selain itu keberagaman wilayah, lingkungan, suku bangsa, budaya, agama, ras, golongan, serta jenis kelamin dan gender.tersebut bias dipersatukan oleh Pancasila dan UUD 1945, dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang mempersatukan perbedaan seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” jelasFaisal.

Dilingkungan Diskominfo Sendiri kata dia, peran komunikasi menjadi sangat krusial, khususnya dalam hal menjamin interkoneksi di Indonesia dengan asas pemerataan telekomunikasi, sebagai garda terdepan memerangi HOAX atau berita bohong dan sebagai unsur utama mengajak gerakan anti-HOAX, serta tidak lupa pula untuk selalu berperan aktif mengatasi keterbelakangan.

“Beberapa hal demikian sangat penting karena hoax, dis-informasi, hatespeech dan radikalisme merupakan senjata utama pembelah masyarakat, yang dimana bisa berujung kepada rusaknya demokrasi, menciptakan ketegangan, konflik hingga kekacauan dan peperangan,” terangnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews