DPKD Gelar Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Wilayah Kaltim

Ads
Rubrik : Kaltim | Topik : Kominfo Kaltim | Terbit : 03 September 2021 - 17:00

DPKD Gelar Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Wilayah Kaltim
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim Drs. H. Elto, M.Si didampingi Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan Dra. Hj. E Mustika Wati, MM saat menerima Kunjungan Kerja Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kutai Timur (Kutim) H. Suriansyah, (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Guna membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Stakeholder Meeting (SHM) terkait Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial wilayah Kaltim, kegiatan ini berlangsung di Gedung DPKD Jl. Bung Tomo Samarinda Seberang pada Kamis (02/09/2021) dan dilakukan secara virtual.

Nampak hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Dinas (Kadis) DPKD) Kaltim H. Elto dan sejumlah pihak lainnya seperti Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) Taufik, yang juga sebagai penanggung jawab Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam kegiatan Stakeholder Meeting wilayah Kaltim.

Dalam kesempatannya Elto menyatakan selain membangun kesadaran tantang pentinganya pembangunan perpustakaan dari kegitan itu juga diharapkan dapat membangun dukungan dan komitmen dari stakeholder tentang pengembangan pelayanan Perpustakaan berbasis inklusi social.

“Dengan kegiatan ini sekaligus mempromosikan perpustakaan berbasis inklusi sosial dikalangan masyarakat melalui beberapa kegiatan yang akan dirancang,” ujar Elto.

Dikatakan Elto, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga kemampuan literasi meningkatkan yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan memangkas kesenjangan akses informasi.

 “Perpustakaan dalam hal ini pustakawan harus jemput bola/berhubungan langsung dengan pamustaka untuk melakukan survei kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pamustaka, mengingat transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” sebutnya.

Transformasi tersebut kata dia dapat diwujudkan dalam 4 peran, seperti: Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan. “Kedua Perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat, ketiga Perpustakaan menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat, dan yang terakhir Perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,”tutur Elto. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews