Sempat Mati Suri, AMPI Samarinda Kini Dilirik Kaum Muda

Rubrik : Politik | Topik : Samarinda | Terbit : 11 September 2021 - 12:00

Sempat Mati Suri, AMPI Samarinda Kini Dilirik Kaum Muda
Ketua DPD Ampi Samarinda Arie Wibowo (Tengah) saat menggelar Rapat perana Ampi Di Aston Hotel Samarinda (Foto: Arief Kaseng/ Kaltimnews.co )

KALTIMNEWS.CO, Sebagai Salah Satu Sayap Partai Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) tentunya menjadi ormas kepemudaan yang sangat diperhitungkan apalagi Ormas kepemudaan di bawah partai Golongan Karya (Golkar) ini memiliki usia yang cukup matang yakni 43 tahun.

Dalam sejarahnya AMPI Kota Samarinda pernah mati suri, namun sejak di komnadoi oleh Ketua DPD Kota Samarinda, Arie Wibowo AMPI Samarinda terus berbenah diri.

Reposisi organisasi terus dilakukan yang membuatnya kini menjadi daya tarik sendiri bagi kalangan muda untuk bergabung bersama AMPI.

“Hal Ini terlihat dengan besarnya animo kaum muda untuk menjadi anggota AMPI inilah potret karya nyata AMPI di era Reformasi. AMPI DPD Kota Samarinda, termasuk didalamnya,” ujar Arie Wibowo didepan para jurnalis saat menggelar Rapat Pleno perdana di Hotel Aston, Sabtu (11/9/2021) pagi.

Dia menygatakan beberapa hal mengemuka dan menjadi fokus utama pembahasan pleno. Mulai dari efektifitas penempatan posisi SDM pada bidang-bidang, program kerja, hingga pengembangan operasional organisasi.

“Intinya, kita mau mengarahkan AMPI Samarinda menjadi organisasi aktif dan penuh potensi dengan memaksimalkan kemampuan anggotanya. Sesuai dengan tagline pleno ini, AMPI Gerak Bersama,” sebutnya.

Tantangannya kata dia, semua itu dijalankan ditengah kondisi pandemi yang kini berujung PPKM. Pembatasan yang dirasakan cukup menjadi beban bagi banyak orang khususnya warga Samarinda.

Oleh karenanya berbagai program kerja kini disusun pihaknya guna menyesuaikan kondisi.

“Sesuai dengan namanya, AMPI terus bermetamorforsa mempelopori pembaharuan di tengah dinamika bangsa yang terus berubah. Eksistensi AMPI hingga saat ini merupakan bukti kemampuan kader-kadernya mengimbangi perkembangan zaman. Nilai- nilai perjuangan ”Sumpah Pemuda ” yang dikobarkan sejak 1978 lalu di Pandaan, Jawa Timur, masih tetap hidup dalam sanubari kader AMPI. Semangat inilah yang memompa energi kader untuk terus berkarya dan berbakti pada bangsa dan negara,” terang Arie.

“Tak perlu muluk-muluk, kami coba maksimalkan potensi semua anggota dulu. Karena kami punya beragam latar belakang. Kolaborasi apik bisa dioptimalkan dan bisa berimbas positif untuk sesama. Dari situ baru kita coba pola pengembangan. Termasuk celah lini usaha mandiri. Pokoknya, AMPI Samarinda, bakal lebih fresh,” lanjutnya.

Untuk diketahui bersama dalam menahkodai AMPI Samarinda, Ari didampingi Nur Aslam Zulkifli sebagai Sekretaris dan Rudy Suwardy diposisi Bendahara. “Pola yang kami terapkan lebih humanis. Kita tentunya tidak segan menerima masukan dari anggota AMPI, selam itu semua membangun,” bebernya.

Kendati demikian dirinya mengaku bahwa semua tindakan dan keputusan organisasi harus melalui musyawarah bersama. Bahkan, pola diskusi ‘warkop’ atau diskusi sambil ngopi santai, menjadi rutinitas ia bersama anggotanya.

“Teman-teman yang tergabung di AMPI pasti percaya ada sesuatu yang bisa dilakukan disini (AMPI) dan bisa berujung positif bagi mereka dan bagi orang lain. Menurut saya, itu kekuatan dasar yang harus di optimalkan,” katanya.

“Kebersamaan yang paling penting. Selain itu kita manfaatkan teman-teman yang punya keahlian dan usaha untuk berkolaborasi. Memanfaatkan potensi anggota yang sedang kesulitan. Artinya butuh aksi nyata,” sambungnya.

Meningkatkan rasa kebersamaan itu, beragam program disiapkan. Terkini, program Jumat Berkah. Program yang nantinya menjadi kegiatan regular dalam  bentuk yang berbeda. Mulai aksi simpatik, gerakan sosial, penyaluran bantuan dan aksi sejenis lainnya. Konsep itu sekaligus menjadi bagian dari memeriahkan HUT AMPI beberapa waktu lalu.

Aksi perdana mereka lakukan lewat aksi Jumat berkah 16 Juli 2021 lalu dan terus berlanjut disetiap hari Jumat hingga sekarang. Bentuknya pembagian paket sembako. Tak hanya menyasar warga tak mampu, mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri, juga dibantu. Belakangan kolaborasi dengan rumah ibadah dilakukan untuk penyebaran bantuan pada perangkat masjid dan juga anak yatim piatu di seputar lingkungan masjid. belakangan, lingkungan warga yang terdampak banjir, juga disasar. 

“Kita berharap apa yang kami lakukan ini meski tak banyak, mampu meringankan beban warga disaat berat ini. Ini juga bakal menjadi salah satu bagian dari program yang kami bangun di AMPI Samarinda,” paparnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews