Hetifah Sjaifudian Gelar Workshop di Samarinda

Rubrik : Nasional | Topik : Politik | Terbit : 20 September 2021 - 18:00

Hetifah Sjaifudian Gelar Workshop di Samarinda
Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Alokasi dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Samarinda tahun ini sedikit lebih kecil dengan kota lainnya. Demikian yang disampaikan Direktur SMP Kemdikbud, Mulyatsyah saat acara Workshop yang bertajuk “Optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik dan Non Fisik-BOS) dalam Peningkatan Mutu Pendidikan” yang digelar oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) di di Swissbel Hotel Samarinda, Senin (20/9/2021) pagi.

“Usulan sangat menentukan besar kecil suatu daerah mendapatkan DAK. Oleh karena itu, tahun mendatang harus dilakukan optimalisasi DAK, berdasarkan usulan-usulan faktual, baik fisik maupun non fisik,” ujarnya.

Disebutkan Mulyatsyah, Program DAK Non Fisik atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah bentuk bantuan yang diberikan negara dalam melancarkan pendidikan. “Kini, sekolah memiliki keleluasaan dalam menggunakan BOS. Oleh karena itu, mohon Bapak Ibu mengutamakan selalu akuntabilitas dan efisiensi dalam penggunaan BOS,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa salah satu perjuangan dirinya di Komisi X adalah terkait aturan BOS yang mensyaratkan paling sedikit 60 peserta didik selama 3 tahun terakhir di satuan pendidikan.

“Kami rasa aturan tersebut perlu dikaji ulang. Pasalnya, sedikitnya jumlah siswa disuatu sekolah tentunya tak semata akibat buruknya kualitas pendidikan yang diberikan di sekolah tersebut. Kebijakan ini pada pelaksanaannya justru berpotensi menghambat hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Kini, Kemdikbud meninjau kembali Juknis BOS Reguler tersebut,” ujar legislator Dapil Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.

Hetifah juga soroti peran sekolah dan daerah dalam optimalisasi DAK Pendidikan, menurutnya pada akhirnya, alokasi DAK Pendidikan juga dipengaruhi oleh data sekolah serta usulan daerah.

“Oleh karena itu, saya dorong agar Kepala Sekolah dan guru selalu memastikan update data di Dapodik. Jangan sampai DAK Pendidikan Samarinda di tahun berikutnya menurun lagi karena update data serta usulan daerah belum optimal,” pungkasnya.

Untuk diketahui bersama, Workshop pendidikan tersebut bekerjasama dengan Direktorat SMP Ditjen PAUD dan Dikdasmen Kemendikbudristek RI dengan Wakil Ketua Komisi X terkait Optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik dan Non Fisik-BOS) dalam Peningkatan Mutu Pendidikan, Workshop ini dilaksanakan di tiga kota yaitu Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Balikpapan.

Di Samarinda sendiri kegiagtan ini menghadirkan narasumber seperti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Direktur SMP Kemdikbud, Mulyatsyah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin dan Pakar Pendidikan Kaltim, Abdul Rachim AF. Acara yang diadakan secara fisik di Swissbel Hotel Samarinda tersebut diikuti oleh sekitar 100 orang Kepala Sekolah dan guru SMP Negeri dan Swasta di Samarinda. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews