Cak Boni: KIM Kaltim Yang Pertama Dibentuk di Masa Pandemi

Rubrik : Kaltim | Topik : KIM | Terbit : 24 September 2021 - 18:00

Cak Boni: KIM Kaltim Yang Pertama Dibentuk di Masa Pandemi
Ketua KIM Kaltim Arief Kaseng (Kiri) bersama dengan Sekjend FK Kim Nusantara, Bobbin Nila Prasanta Yudha (tengah) saat acara ngopi sore yang dipandu Kiki Marietha sebagai host (Foto: Istimewa) 

KALTIMNEW.CO, Berangkat dari kerisauan masyarakat mengenai komunikasi publik dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang belum berjalan dengan baik dan efisien, menjadi alasan awal pembentukan dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) itu sendiri.

KIM Provinsi Kalimantan Timur merupakan forum pertama yang terbentuk di masa pandemi di Kalimantan. Secara Nasional Kaltim masuk Provinsi Ke 7 (tujuh) dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Sekjen Forum Komunikasi KIM Nusantara Bobbin Nila Prasanta Yudha atau yang lebih akrab disapa Cak Boni di acara Ngopi Sore. Acara yang dipandu Kiki Marietha sebagai host edisi kali ini sangat berbeda dengan biasanya, disiarkan langsung dari booth pameran stand Diskominfo Prov Kaltim di Atrium Big Mall, Kamis (23/9/2021).

Cak Boni menuturkan KIM Nusantara akan mendorong menginisiasi terbentuknya keberadaan forum KIM tidak hanya di Provinsi Kaltim, namun juga di 34 Propinsi se Indonesia. Pemilihan kata “Nusantara” sendiri pada KIM Nusantara pun bukan tanpa arti. Kata Nusantara merupakan Indonesia yang telah ada pada zaman Majapahit. Dengan begitu kita akan terus tetap menjaga semangat dari Majapahit dalam menyatukan Nusantara.

Lanjutnya, tentu terdapat hambatan dalam penyuksesan KIM, seperti mindset umum bahwa berkegiatan sosial itu tidak menghasilkan profit apapun. Benar bahwa KIM memiliki tugas utama di bidang informasi, namun tetap kreatif untuk melakukan pengelolaan keuangan sebagai bonusnya. Seperti berkolaborasi dan bersinergi untuk mengangkat akan potensi yang ada. Kolaborasi dan sinergi ini tidak hanya dalam internal KIM, tetapi pihak-pihak stakeholder yang memang punya employing community atau komunitas pekerja lain yang ada di Kaltim bisa diajak kolaborasi. Misalnya bekerjasama dengan pemerintah yang ada di Kabupaten/Kota, kemudian bekerjasama dengan BUMN /BUMD, kampus-kampus di masing-masing propinsi yang ada di Indonesia dan lain sebagainya. Namun itu semua harus disesuaikan dengan bidang kerja yang menjadi bisnis utamanya seperti BUMN/BUMD, imbuhnya.

 “Harapannya selain informasi yang ada dipusat turun ke Provinsi lanjut ke kabupaten/kota, kecamatan hingga sampai ke desa, sehingga desiminasi informasi berjalan lancar. Juga tidak ada lagi ungkapan bahwa KIM tidak ada anggaran operasional, tidak mandiri dan berdaya, itu salah besar. Semoga kedepannya lebih dilancarkan, Aamiin,” harapnya.

Sementara itu Ketua KIM Provinsi Kaltim, Arief Kaseng menambahkan bermula dari mengikuti Webinar yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkenalkan saya dengan KIM.  Mulai rutin bercerita dan bertukar pendapat dengan Ketua Umum pada waktu itu. Akhirnya dipancing agar bagaimana KIM di Provinsi Kaltim bisa dibentuk. Gayung bersambut dengan dukungan dari Kepala Diskominfo Prov Kaltim, Muhammad Faisal dan akhirnya terbentuklah forum KIM ini di Kaltim, bebernya.

“Target pada waktu dekat segara bersilahturahmi dengan Gubernur Kaltim (Isran Noor) dan jajarannya untuk memperkenalkan KIM dan juga memaparkan tugas-tugas pokok yang menjadi program kerja ke beliau (Gubernur Kaltim). Kemudian, Tahun depan 2022 Insya Allah 6 (enam) dari 10 Kabupaten/Kota akan dibentuk. Memperkenalkan yang wilayah seperti Kota Bontang, bahkan yang hingga ke Kabupaten Mahakamm Ulu (Mahulu). Juga tetap harus memperkenalkan KIM Ke masyarakat khususnya di Kota Samarinda dan sekitarnya yang mati suri, pungkasnya. (*)

  • Penulis : Wiwid
  • Editor : Redaksi Kaltimnews