TRENDING

Waduh, Pembatasan Medsos Bakal lebih dari 10 Hari

Sebut Bisa Pulih setelah ada kepastian Kemanan

Nasional - on 25/5/19 Waduh, Pembatasan Medsos Bakal lebih dari 10 Hari
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara membantah kalau pembatasan akses media sosial akan diberlakukan hingga 10 hari. Dirinya menyebut pembatasan akses media sosial ini bisa segera dihilangkan. Alasannya, situasi telah kondusif pasca aksi 22 Mei (foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO.Samarinda - Kementerian komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum dapat memastikan sampai kapan pembatasan akses media sosial akan berlaku. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membantah kalau pembatasan akses media sosial akan diberlakukan hingga 10 hari. . 

Ia berharap pembatasan akses media sosial ini bisa segera dihilangkan. Alasannya, situasi telah kondusif pasca aksi 22 Mei, fitur-fitur yang dibatasi bisa segera difungsikan kembali. "Tidak ada pernyataan diperpanjang 10 hari, justru saya berharap situasi segera pulih sehingga fitur video & gambar dari media sosial, instant messaging serta video file sharing bisa segera difungsikan," kata Rudiantara seperti dikutip dari CNN Indonesia.com.

Rudiantara menyatakan pemulihan akses media sosial saat ini masih menunggu suasana kondusif. Kepastian situasi kondusif ini baru dapat diketahui setelah mendapat informasi dari aparat keamanan. "Tunggu suasana kondusif atau tidak, tentu itu tunggu masukan dari pihak keamanan. Dari sisi intelijen, sisi Polri, sisi TNI, kalau sudah kondusif kita akan fungsikan kembali fitur-fitur karena saya sendiri merasakan dampak yang saya buat sendiri," ujar Rudiantara lagi.

Menkopolhukam Wiranto sebelumnya menyebut pembatasan akses medsos akan dilakukan selama tiga hari sampai 25 Mei 2019. Nyatanya, Rudiantara belum dapat memastikan periode pembatasan akses tersebut.

Rudiantara bahkan dalam wawancara bersama salah satu stasiun televisi mengatakan kemungkinan pembatasan akses media sosial bisa dilakukan hingga 10 hari. Rudiantara mengatakan tentu banyak pihak  merasa terganggu dengan kebijakan ini. 

Khususnya penjual online di media sosial yang setiap harinya mengunggah foto jualannya di media sosial. Ia kemudian meminta maaf atas kesulitan yang timbul akibat pembatasan akses media sosial ini. "Saya mohon maaf karena akses medsos tidak bisa gunakan fitur gambar, terutama (mereka yang) jualan online memanfaatkan gambar di media sosial terkena dampaknya, saya turut prihatin," ujar Rudiantara. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Netizen