Wakil Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Kenaikan Tarif PDAM

Ads
Rubrik : Samarinda | Topik : DPRD Samarinda | Terbit : 08 April 2022 - 19:00

Wakil Ketua DPRD Samarinda Tanggapi Kenaikan Tarif PDAM
Wakil Ketua DPRD Samarinda H Subandi (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Terhitung 1 April 2022, Perumdam Tirta Kencana Samarinda melakukan penyesuaian tarif Kenaikan PDAM di Kota Samarinda sebesar 9 persen.

Dalam siaran persnya Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Nor Wahid Hasyin Meyebutkan Penyesuain tarif ini diakui harus dilakukan pihaknya mengingat Sejak 2016, tarif perusahaan air minum di Samarinda itu tidak pernah melakukan kenaikan tarif alias masih berada pada angka Rp 6.367 permeter kubiknya.

Dengan kenaikan tarif baru tersebut besar kemungkinan berada di angka Rp 7.540 per meter kubiknya.

Wakil Ketua DPRD Samarinda H Subandi kepada media ini, Jumat (8/4/2022) menyebutkan jika dirinya menyambut baik hal tersebut. Menurutnya tarif air minum di Samarinda terbilang paling kecil dibanding dengan daerah-daerah lainnya di Kaltim. Misalnya saja, rata-rata tarif tertinggi ada di Balikpapan sebesar Rp 10.018 dan Kutim sebesar Rp 7.785.

“Tarif Rp 6.367 itu sudah dijalankan selama 6 tahun saat penyesuaian tarif resmi dilakukan pada 2016. Penyesuaian tarif tersebut mau tak mau diterapkan untuk mengurangi beban biaya produksi yang delama ini ditanggung oleh pihak PADAM tersebut,” sebut Subandi.

Meminjam data PDAM Samarinda 2016, biaya operasional perumdam ini berada di angka Rp 243 miliar. Namun sejak 2021, justru mengalami kenaikan hingga Rp 304 miliar. Kenaikan biaya operasional juga diakibatkan naiknya tarif listrik, upaya peningkatan pelayanan, pengembangan perumdam sendiri, sampai naiknya pajak.

Tak hanya itu, alasan lainnya juga mengacu kepada kenaikan tingkat inflasi, biaya penyusutan yang belum tercover, dan tarif air yang dinilai masih rendah.

“Meski ada penyesuaian tarif, perumdam masih menyediakan subsidi ke tiap golongan dasar. Total subsidi yang dikucurkan itu sekitar Rp 6,7 miliar. Kendati demikian, kemampuan masyarakat membayar tarif berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) diperkirakan mencapai Rp 12.550 per meter kubik. Hal tersebut didasari juga dengan UMK Samarinda tahun 2022 yang mencapai Rp 3,1 juta. Intinya Air tak hanya mengalir, tapi kualitas air juga akan jadi prioritas,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum melakukan kenaikan tarif, Perumdam Tirta Kencana telah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihaknya. Dalam pertemuan tersebut Perumdam Tirta Kencana sempat menyampaikan besarnya biaya operasional. Khususnya untuk listrik. Dengan adanya penyesuaian tarif, maka akan menutup biaya operasional perumdam yang tinggi.

“Dari perumdam sendiri, masyarakat dinilai tetap mampu membayar karena naiknya tidak yang terlalu signifikan. Perumdam juga bilang sudah tidak bisa jika tak dinaikkan. Sebab biaya operasional yang amat tinggi,” tutupnya. (*)

  • Penulis : Arief
  • Editor : Redaksi Kaltimnews