TRENDING

Edan… Anak dibawah Umur Digarap Tetangganya Berkali-kali

Diancam Pisau, RN mengaku disetubuhi berkali-kali

Metro - on 26/5/19 Edan… Anak dibawah Umur Digarap Tetangganya Berkali-kali
Ilustrasi aksi Pencabulan -- Istimewa

KALTIMNEWS.CO.Samarinda – Para orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengawasi anak gadisnya. Tak pandang bulan Ramadan dimana harusnya umat muslim fokus beribadah, pencabulan terhadap anak di bawah umur tetap terjadi. Kali ini korban naasnya berinisial RN (14) warga Jalan DI Panjaitan Gang II, Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (21/5) lalu sekitar pukul 21.00 WITA.

Pelakunya, SK (45) adalah tetangga korban sendiri. Orang tua RN yang tidak terima, langsung melaporkan SK pada Kepolisian Sungai Pinang. Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan UU Perlindungan Anak pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 UU No.3 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU RI No.23 Tentang Perlindungan Anak

Meski RN mengaku disetubuhi berkali-kali, SK justru mengelak dengan mengatakan ia tak melakukan persetubuhan dan hanya memegang saja itupun karena diminta korban saat dimintai keterangan pihak brwajib.

Kronologinya, malam itu RN yang masih duduk di kelas V SD bermain disekitar rumah SK. Tergoda, dan tak dapat menahan nafsu birahinya, SK yang melihat ada kesempatan, mengajak RN kedalam rumahnya.

 

Predator-Anak-grafis-ilustrasi-kaltimnews-co.

grafis-ilustrsi-predator-anak-di-samarinda (Desain:Kaltimnews.co)

Tanpa pikir panjang SK langsung merayu RN untuk melayani nafsu bejatnya. Bahkan mengiming-imingi korban dengan uang Rp 50 ribu. Menolak, RN pun pamit pulang.

“Saat hendak pulang itulah SK justru mengancam akan membunuh korban dengan pisau dapur. Disitulah SK melampiaskan nafsunya kepada korban hingga berkali-kali," ungkap Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Fahrudi.

Menurutnya, perbuatan pelaku terungkap saat orang tua korban menyadari korban tak berada dirumah. Ketika datang ke rumah pelaku dan menggedor pintu, SK malah mengulur waktu.

"Sekitar 30 menit setelah pintu digedor, barulah pintu dibuka dibuka pelaku. Korban saat itu terlihat sudah berpakaian. Saat ditanyai orang tuanya korban langsung mengaku sudah disetubuhi oleh tersangka," katanya.

Persetubuhan dilakukan SK berkali-kali di rumahnya saat itu. Pertama di dalam kamar, kemudian pindah ke dapur dan setelahnya didepan kamar. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, SK kini mendekam di sel tahanan Polsek Sungai Pinang Jl. DI Panjaitan Samarinda. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Samarinda