TRENDING

Samarinda diterjang Banjir, Ketua DPRD sebut Walikota ada di Jerman

Alphad sebut kepergian Jaang, menggunakan biaya pribadi dan tak ada unsur kesengajaan meninggalkan Samarinda

Metro - on 10/6/19 Samarinda diterjang  Banjir, Ketua DPRD sebut Walikota ada di Jerman
JL penghubung Samarinda dan Bandara APT Pranoto lumpuh akibat terjangan banjir yang melanda deerah tersebut, Nampak Sejumlah pemilik Kendaraan roda dua terpaksa harus mendorong kendaraannya lantaran mogok akibat terjangan banjir yang melanda kota samarinda sejak 2 hari pasca lebaran , selain kendaraan roda dua kendaraan roda empat juga tidak berani melintasi daerah ini lantaran debit air yang terus meningkat, www.kaltimnews.co -- Foto Firman Hidayat/tempo.co

KALTIMNEWS.CO - Samarinda - Ramai di medsos terkait dimana keberadaan Walikota Samarinda Syaharie Jaang disaat sebagian Samarinda dilanda banjir parah akhirnya terjawab.
Orang nomor satu di kota tepian itu,. Ternyata sedang berada di luar negeri. Tepatnya di Jerman. Adalah Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif yang memberikan jawaban dimana keberadaan Jaang.

Alphard menyebut, Jaang sedang mengantar anaknya untuk melanjutkan study diluar negeri tepatnya di Jerman.
"Betul pak Jaang sedang berada di Jerman mengantar anaknya sekolah. Surat cutinya sudah disetujui Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri, Red) dari sebelum lebaran kemarin dan sudah kami terima juga," beber Alphad.

Menurutnya, bisa dipastikan kepergian Jaang itu menggunakan biaya pribadinya dan tak ada unsur kesengajaan meninggalkan Samarinda yang tengah dilanda musibah.
"Pak Jaang berangkat sebelum musibah banjir. Masyarakat jangan salah paham dulu, harus ditelaah lebih lanjut. Jadi biar tidak berburuk sangka," imbuhnya.

Diketahui selama 4 hari kebelakang, sebagian wilayah Samarinda memang sedang tergenang banjir. Menurut perkiraan, banjir terjadi dikarenakan tingginya curah hujan serta air sungai yang sedang dalam kondisi pasang. Akibatnya 2 Kecamatan terendam air, dengan jumlah korban terdampak mencapai 10 Ribu jiwa.

Meski demikian, warga net yang juga mengetahui kepergian Jaang banyak yang menyayangkan. Sikap Jaang yang terkesan "berdiam diri" meski telah mengetahui musibah banjir itu, dianggap bentuk ketidakpedulian. "Harusnya merespons, komen kah, ucapan simpati atau memberikan semangatlah minimal meski lewat pesan di medsos. Ini malah seperti biasanya kalau Samarinda banjir, berdiam diri," ungkap salah satu komen netizen disalah satu grup Facebook (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Samarinda