TRENDING

Ternyata Sebelum Bertolak Ke Jerman, Walikota Jaang Sempat Serahkan Mandat

Dari Jerman Jaang Isntruksikan Gor Segiri Untuk Pengungsian

Metro - on 12/6/19 Ternyata Sebelum Bertolak Ke Jerman, Walikota Jaang Sempat Serahkan Mandat
Walikota Samarinda Syahrie Jaang sebelum berangkat ke Jerman, sempat mengumpulkan sejumlah Pejabat dan Serahkan Mandat, untuk menemui putrinya yang sedang mengikuti program relawan Anak Berkebutuhan Khusus. Jaang mengaku harus menyiapkan keberangkatannya selama 6 bulan. www.kaltimnews.co -- Foto : Dok www.kaltimnews.com

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Keberadaan Walikota Syahrie Jaang saat samarinda dilanda Banjir ramai dipertanyaakn public, berbagai elemen masyarakat bahkan berbagai pemberitaan media cetak, online, maupun elektronik bahkan media sosial turut mempertanyakan sosok orang nomor 1 di kota samarinda.

Informasi yang dihimpun media ini, Walikota Jaang , melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Selasa (11/6/2019) pukul 12.59 siang atau sekitar jam 7 waktu Jerman, menyampaikan keberangkatannya ke Jerman untuk mengunjungi putrinya An-Nuur Wanda Tisya Anugrah yang sedang kuliah memasuki hampir dua tahun.

"Sebelum berangkat, hari raya pertama jam 20.00 WITA saya rapat dengan Sekda, Asisten I dan Camat se kota Samarinda untuk antisipasi masalah sosial, kondusifnya kota karena pasca Pemilu, termasuk kalau ada banjir, kebakaran, tanah longsor dan lain-lain supaya semua maksimal. Ini saya sampaikan terkait keberangkatan saya yang kurang lebih 10 hari dengan perjalanannya," ucap Jaang melalui panggilan LINE pribadinya.

Dalama penuturannya itu, Jaang memiliki firasat yang kurang bagus, firasat itu kemudian bermuara pada banjir besar yang melanda wilayah yang kini dia pimpin.

"Makanya berkali-kali saya pesan kepada sekda, asisten terlebih camat agar sigap, respon dalam penanganan musibah. Berhubung wawali tidak ada, penanggung jawab adalah sekda dibantu asisten, staf ahli, kepala OPD dan camat. Sekda pun tetap berkoordinasi dengan saya, seperti mau menetapkan status Tanggap Darurat, hari Sabtu lalu waktu kami transit menuju Jerman, juga berkoordinasi," beber Jaang.

Jaang menyebutkan dirinya sudah mendapatkan izin dari Mendagri yang prosesnya memakan waktu 2 bulan di Kemendagri dan juga sudah lapor kepada Gubernur Kaltim.

Jaang mengaku sangat prihatin dengan musibah sehingga menuntut jajarannya dibawah koordinasi Sekda Sugeng Chairuddin untuk maksimal melakukan penanganan terhadap korban banjir.

"Soal mendoakan, saya bersama ibu sehabis shalat selalu mendoakan Samarinda agar selalu dijauhkan dari bencana, musibah, pertikaian, kota kita aman, kondusif, anak anak kita menjadi anak yang sholeh/sholehah. Termasuk banjir ini, saya sama istri mendoakan cepat surut, yang sakit segera diberikan kesembuhan dan dilimpahkan rejekinya," imbuhnya.

Jaang mengakui menyiapkan keberangkatan ini selama 6 bulan, dimana mereka terlebih dahulu mengumpulkan dana yang tidak sedikit untuk menemui putrinya yang tahun ini tidak boleh pulang karena sedang program menjadi relawan Anak Berkebutuhan Khusus.

Jaang menyampaikan salam dari putrinya  kepada warga. "Dia (putrinya, red) terus memantau banjir melalui medsos. Istri saya juga titip salam, bahkan kemarin majelis taklim binaan istri sudah membagikan nasi kotak kepada korban, dan juga mempersilahkan warga menjadikan lantai bawah sekretariat PKK untuk mengungsi," katanya.

Jaang menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terus melaksanakan penanganan terhadap korban banjir, Forkompinda, relawan-relawan dari berbagai organisasi dan pihak swasta.

"Salam untuk Forkompinda terutama Kapolres dan Dandim, terimakasih," ucap Jaang.

GOR Segiri Boleh Untuk Pengungsian

Meski berada di luar negeri, Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, nampaknya tetap memantau kondisi samarinda yang kini dilanda banjir, hal itu terlihat dengan sikap orang nomor satu di kota samarinda ini yang mempersilahkan bagi korban banjir untuk mengunakan GOR Segiri sebagai tempat pengungsian selama banjir melanda kota samarinda.

"Silahkan GOR Segiri dan halamannya dipakai untuk pengungsian. Saya sudah koordinasi dengan Sekda (Sugeng Chairuddin) yang selanjutnya mengkoordinir teknis di lapangan," ucap Syaharie Jaang.

Tidak hanya itu, sebutnya lantai bawah Sekretariat TP PKK Samarinda di Jl S Parman sudah ditempati para pengungsi warga sekitar.

"Silahkan gunakan untuk pengungsi. Juga toiletnya silahkan dipakai," ungkap Jaang.

Bahkan sebut Jaang Majelis Ta'lim Miftahul Jannah binaan istrinya Puji Setyowati pun kemarin sudah membagikan 350 kotak makanan dan minuman bagi para pengungsi.

"Kami juga berterima kasih kepada seluruh pegawai, relawan, organisasi, swasta, dan elemen lainnya yang telah bahu membahu memberikan bantuan makanan dan lainnya. Kami yakin pak Sugeng bisa mengkomunikasikan bantuan pribadi dari pegawai maupun swasta kepada korban banjir," imbuhnya.

Dengan terpusatnya pengungsi, menurut Jaang akan mempermudah penanganan termasuk pemberian makanan untuk korban banjir.

Selain tempat pengungsian, Jaang juga menyiapkan aula Rumah Jabatan Walikota dipakai untuk Posko Koordinasi dan Komunikasi.

"Bisa aja dipakai oleh Tim Info Taruna Samarinda (ITS) Saudara Joko," sebut Jaang. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Samarinda