TRENDING

Proyek Rumah Yang Diresmikan Jaang Tak Kunjung Jadi

Developer Perumahan jadi bulan-bulanan User

Kaltim - on 1/1/19 Proyek Rumah Yang Diresmikan Jaang Tak Kunjung Jadi
foto Brosur perumahan (Foto: Istimewa)

Kaltimnews.co, Samarinda – Sejumlah konsumen perumahan Jokowidodo (Jokowi) di samarinda mendadak geram, pasalnya proyek perumahan program 1 juta rumah murah Jokowi di Samarinda, tersebut dinilai bermasalah lantaran hingga sekarang para konsumen hanya menerima janji belaka dari pihak pengembang PT Tiga Kali Sembilan.

Bukan hanya itu konsumen yang terdiri dari warga hingga kalangan wartawan di kota Tepian tersebut meminta pertanggung jawaban pihak pemerintah Kota Samarinda.
"Saya sudah setor Down Payment (DP) sebesar Rp 6,75 juta, sejak dua tahun lalu, saat itu saya dijanjikan jika 1 tahun kemudian saya bisa terima kunci. Namun hingga sekarang belum terealisasi," kata Abdullah Senin (2/10/2017) siang.

Abdullah menjelaskan jika dirinya telah berupaya meminta penjelasan kepada Direktur PT Tiga Kali Sembilan, Masykur. “Saat ditanya perihal janji serah terima kunci, pihak developer disebut lagi lagi hanya bisa memberikan janji,” ujarnya dengan kesal.

"Waktu itu juga era Pak Jaang mau jadi Wali Kota Samarinda. Jadi dia meresmikan peluncuran rumah murah itu. Kalau boleh jujur, Pemkot juga harus tanggung jawab. Ngapain dikasih izin developer bangun rumah, kalau ternyata lahan perumahan sebenarnya jadi area perkebunan. Itu kan aneh," tambah Abdullah.

Tuntutan warga hanya dua, proyek rumah dilanjutkan atau dana yang sudah diterima developer diminta untuk dikembalikan ke konsumen. “Kalau tidak bisa keduanya, ya terpaksa dibawa ke proses hukum," tegas Abdullah.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Amin yang berprofesi sebagai wartawan. Menurutnya dirinya dan beberpa teman seprofesinya juga telah menyetor DP Rp 6,75 yang dia sisihkan dari honornya. "Waktu itu mikirnya karena rumah murah, program Jokowi, tidak rugi. Banyak teman-teman ambil, termasuk pegawai yang saya kenal, ambil juga," kata Amin.

"Tidak ada kecurigaan itu akan bermasalah. Apalagi diresmikan Jaang saat suksesi Pilkada. Ya, setelah setor DP, dijanjikan setor kunci ke konsumen setahun kemudian," ungkapnya.

Alasan Amin tertarik membeli rumah tersebut lantaran cicilan yang super ringan, hanya Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta setiap bulan. Dari brosur perumahan tersebut terlihat, perumahan itu berlokasi di Palaran, Samarinda, dengan nama Perumahan Bukit Indah Mandiri dibangun PT Tiga Kali Sembilan berukuran tipe 36/100. Tertera juga DP 5 persen dengan bunga cicilan lima persen per tahun. Rumah seharga Rp 150 juta itu berspesifikasi pondasi batu padas, struktur baja ringan, lantai keramik, dinding batako berplester, kusen kayu, pintu panel, jendela kayu dan kaca, rangka atap baja ringan, plafon gypsum hingga kloset jongkok. Masa cicilan pun bervariasi mulai 2 tahun hingga 20 tahun, tergantung dari besaran DP. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Daerah