TRENDING

Pelaku Sadomi Anak Dibawah Umur, di Amankan Polsekta Samarinda

Korban Merupakan Tetangganya Sendiri.

Nasional - on 17/6/19 Pelaku Sadomi Anak Dibawah Umur, di Amankan Polsekta Samarinda
Robinson (27) pelaku sadomi anak dibawah umur yang kini mendekam di Sel Polsekta Samarinda Ilir -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Samarinda. Kali ini pelaku yang diketahui bernama Robinson berhasil diamankan Pihak Polsekta Samarinda Ilir, Kepada wartawan Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Nur Kholis, mengatakan jika korban keganasan pelaku rata-rata bocah berumur 8 tahun.

“Tepatnya Minggu (16/6/2019) kemarin, di Jl Murhusein, RT. 11 wilayah Selili. Saat melakukan aksinya pelaku megiming-imingi korbannya dengan duit sejumlah Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu, pelaku sendiri berprofesi sebagai Security disalah satu perusahaan pergudangan pabrik rokok,” ujar Kapolsek Nur Kholis, Senin (17/6/2019) siang.

Sejauh ini kata dia, korban pelaku sejulmah 2 orang. “Sejauh ini yang datang melapor baru dua, awalnya hanya satu orang namun hari ini, bertambah menjadi 2 orang pelapor, kemungkinan besar masih bisa bertambah, lantaran aksi pelaku telah dilakukannya sejak bulan mei lalu,” terang Nur Kholis.

Aksi Tersangka Robinson, terendus pasca dirinya menggauli korban keduanya. “Tersangka merupakan warga dilokasi tersebut. Terkait hal ini, kami akan melakukan pemeriksa kejiwaan kepada tersangka,” Jelas Nur Kholis.

Sementara itu, Tersangka pencabulan, Robinson (27) mengatakan jika aksi bejatnya dilakukan di kost kosan miliknya. “Koban saya yang pertama saya sudah saya (maaf, sadomi) sebanyak 6 kali, saat saat anak itu teriak teriak kesakitan saat saya sadomi, namun saya biarkan saja,” ujarnya.

Terkait korbannya dirinya mengaku merupakan anak tetangganya sendiri. “Tiap kali saya melakukan kepada korban saya saya beri uang, dan saya bilangin kalau jangan bilang kepada siapa-siapa terkait apa yang saya lakukan kepadanya,” tururnya.

Tersangka yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka ini mengaku telah bercerai dengan istrinya, dirinya menyebut memiliki sorang anak yang kini tinggal Bersama dengan mantan istrinya. Atas perbuatannya Tersangka kini mendekam dibalik bilik jeriji besi Polsekta Samarinda.

“Tersangka dijerat dengan pasal Pasal 290 KUHP dengan acaman hukuman pidana penjara 6 (enam) tahun dan pidana denda sebesar Rp 60 juta atau diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan berdasarkan Pasal 82 ayat (1) Perpu 1/2016. Dan UU perlindungan anak Pasal 292 KUHP, Pasal 76E UU 35/2014 dengan ancaman hukuman selama-lamanya lima tahun penjara,” Tutup Kapolsek Nur Kholis (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kubar & Mahulu