TRENDING

Dinas ESDM Kaltim Akan Segera Bentuk Tim Rescue Kaltim

Libatkan Perusahaan Besar, wartawan, dan 386 IUP CnC serta 150 an OP

Metro - on 19/6/19 Dinas ESDM Kaltim Akan Segera Bentuk Tim Rescue Kaltim
FOTO BERSAMA: Kepala Dinas ESDM Kaltim Berfose Bersama dengan Dandim 0901/SMD Letkol Inf Bahroddin, Forum KTT, serta Forum CSR sesaat memebrikan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kota Samarinda -- www.kaltimnews.co / Foto : Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dalam waktu dekat akan segera membentuk Tim Rescue Kalimantan Timur (Kaltim). Pembentukan Tim Recue ini merupakan imbas bencana banjir yang lelanda berbagai kota di wilayah Kaltim beberpa hari belakangan. Demikian disampaikan Kepala ESDM Kaltim, Wahyu Widi Pranata saat ditemui disela sela penyerahan bantuan korban banjir dari Forum CSR di Posko Induk Penanggulangan Banjir di Kantor Disperindagkop Kaltim Jl DI Panjaitan, Selasa (18/6/2019) siang.

Menurut Wahyu, Tim Rescue ini terdiri dari berbagai elemen seperti Minerba, SKK Migas, wartawan dan lainnya dan akan bergerak di lokal, nasional, bahkan Internasional.

“Pembentukan Tim Rescue ini sudah kami gagas dan sampaikan kepada beberapa perusahaan seperti Total, PT. Lanarita, Berau Coal, Pupuk Kaltim, serta 386 IUP CnC dan 150 an OP yang kini telah mengatakan siap untuk hal tersebut, dan Tim Rescue ini akan kami SK kan melalui Gubernur nantinya,” Ungkap Wahyu.

Untuk sementara waktu ini dirinya mengatakan akan menggelar Tim Rescue Challenge. “Sebagai kegiatan perdana rencananya akan mengelar Rescue Challenge, dengan tujuan akan menyeleksi berbagai perusahaan yang terlibat didalammnya,” imbuhnya.

Sejauh ini, kata Wahyu, sebanyak 56 perusahaan tambang batubara telah berkontribusi dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir di ibukota Kaltim tersebut. Ke 56 perusahaan tambang batubara ini bahkan telah menyalurkan bantuannya ribuan obat, makanan, minuman serta kebutuhan lainnya kepada para korban banjir di Kota Samarinda.

“Ke 56 perusahaan tambang yang tergabung pada forum CSR, dan forum KTT, telah menurunkan 70 orang tim rescue dan 17 mobil Ambulance serta tenaga medis membantu korban banjir saat bencana terjadi selain itu Forum CSR dan Forum KTT ini juga telah membuka 4 posko korban banjir dikota samarinda,” terangnya.

Wahyu tidak menapik jika praktek pertambangan batubara turut memberi kontribusi terjadinya banjir di kota Samarinda. Hal ini dikarenakan kegiatan tambang yang mengubah bentang alam.Namun kayta dia, sektoril pertambangan bukan menjadi penyebab utama banjir besar yang sempat melumpuhkan aktivitas perekonomian Samarinda.

"Kita sadari, mengambil batubara itu mengubah bentang alam. Artinya, lapisan top soil itu dikupas. Tapi, tambang itu ada teori-teori good mining practice," ujar Wahyu.

Dirinya menduga penyebab banjir banyak disebabkan pertambangan yang melanggar aturan dengan tidak perhatikan lingkungan. Bukan dari perusahaan tambang batubara yang sudah memenuhi persyaratan dan aturan.

"Tidak menutup keinginan ada juga tambang-tambang nakal yang menjadi penyebab utama banjir. Inilah yang ingin kita binasakan ke depan. Itu sekitar 386 IUP CnC dan OP ada 150 an yang menghasilkan batubara. Nah, ini yang kita bina," Tutup Wahyu. (*)

 

 

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim