TRENDING

PHM Raih Prestasi Tanpa LTI

John Anis: keberhasilan ini memunculkan tantangan baru

Nasional - on 20/6/19 PHM Raih Prestasi Tanpa LTI
Aktivitas pekerja PHM disalah satu wilayah kerja Mahakam – www.kaltimnews.co / Foo: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam, kembali mencatat prestasi setahun tanpa Lost Time Injury (LTI) atau kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja selama setahun. Prestasi ini didapatkan PHM tepatnya pada 15 juli lalu di Jakarta.

General Manager PHM, John Anis kepada kaltimnews.co, Kamis (20/6/2019) siang mengatakan, Dalam catatan PHM, selama kurun waktu setahun, atau sekira 30.374.227 jam kerja (manhours) dengan jumlah pekerja sekira 7.300 orang.

“Capaian kinerja tersebut mencerminkan tingginya budaya keselamatan kerja dilingkup PHM,” ujarnya.

Lebih lanjut John Anis, menyatakan keberhasilan ini memunculkan tantangan baru, utamanya terkait mempertahankan agar tidak terjadi LTI di masa depan. 

’’Dengan tercapainya prestasi ini komitmen terhadap keselamatan kerja tidak boleh mengendur. Justru sebaliknya, kami jadi lebih bersemangat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan lingkungan dalam setiap aktivitas operasi PHM,” kata John Anis.

Menurutnya, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, WK Mahakam telah berhasil menekan jumlah angka Recordable Injury secara signifikan. Hal tersebut terlihat dari data yang diberikannya yakni, Pada tahun 2009 tercatat 44 kasus cedera ketika bekerja, dan menurun drastis hingga 12 kejadian saja pada tahun 2018. Sementara untuk LTI hanya terjadi 2 kasus dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dibandingkan dengan 13 LTI yang terjadi hanya pada tahun 2009 saja.

Untuk diketahui bersama, WK Mahakam merupakan salah satu WK migas terbesar di Indonesia. Kawasan WK Mahakam meliputi area seluas 3.266,44 km2, dengan 7 lapangan minyak dan gas yang berproduksi. Lapangan di area rawa-rawa (swamp) seperti,  Tunu, Tambora, dan Handil serta Lapangan di area lepas pantai (offshore) seperti; Peciko, Bekapai, Sisi Nubi, dan South Mahakam. Untuk melaksanakan kegiatan pengeboran di tahun 2019, dengan target 118 sumur (WP&B 2019) PHM mengoperasikan 2 jack up rig untuk lepas pantai dan 3 unit swamp barge rig untuk di rawa-rawa.

Sepanjang tahun 2018 PHM meraih sejumlah akreditasi dan penghargaan berkenaan dengan K3LL, yakni; ISRS8 (Level 8), Safety Culture – Proactive (skor 4.1), Peringkat Proper Hijau untuk lapangan  South Processing Unit (SPU) dan Bekapai-Senipah-Peciko-South Mahakam (BSP), Sistem Manajemen Pengamanan (Emas), ISO14001:2015 (Sistem Manajemen Pengelolaan Lingkungan), ISO22301:2012 (Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis) (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim