TRENDING

Dijadikan Tempat Wisata dan Spot Selfie Jembatan Kembar Akan di Tutup

Jembatan Kembar Jadi lokasi area Bermain anak

Kaltim - on 15/8/19 Dijadikan Tempat Wisata dan Spot Selfie Jembatan Kembar Akan di Tutup
Jembatan Mahkota IV atau Jembatan Kembar yang kini menjadi Sorotan Warga Kota Tepian lantaran jalur Fly Overnya kerap digunakan warga sebagai sarana swafoto dan arena bermain anak (Foto: Istimewa)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda –  Mega Proyek Jembatan Kembar kembali mendapat sorotan, setelah sebelumnya Jembatan yang dibangun sejak 2012 silam tersebut, dipastikan lepas dari target dan tidak bias dilewati oleh kendaraan hingga akhir 2019 mendatang.

Bukan hanya itu saja Proyek Jembatan Kembar kini menjadi mendapat sorotan warga Kota Samarinda. Hal ini berimbas dari beredarnya video pendek di media sosial yang memperlihatkan beberapa anak-anak yang nampak bebas bermain-main di area jembatan yang di gagas menjadi pemecah kemacetan di jalur masuk dan keluar Samarinda dan menuju Samarinda Seberang itu.

Belum dipastikannya fasilitas pengamanan dan kondisi yang masih rawan, bisa dipastikan lokasi jembatan itu masih penuh resiko kecelakaan dibanyak spotnya. Tak hanya video itu, pada kondisi ril nya, jembatan itu malah jadi lokasi tamasya dadakan dan jadi spot selfie bagi banyak orang.

Dari pantauan media ini, pengunjung Jembatan ini terlihat sangat ramai mulai dari pagi dan sore hari, malah jembatan ini menjadi lokasi untuk berolahraga layaknya area car free day (CFD). Saking padatnya ‘pengunjung’, dilokasi ini terlihat ada tukang parkir yang lalu-lalang mengatur agar kendaraan pengunjung tertata rapi.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim Taufik Fauzi mengatakan segera merespons cepat dengan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membuat area itu kembali steril.

“Saya sudah mendapat laporan soal itu. Memang berbahaya. Solusinya ya harus ditutup,” tegasnya. Merealisasikannya, dalam waktu dekat ia akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Senada, Kabid Trantibum Dinas Satpol PP Samarinda, Yosua Laden menegaskan rencana penutupan secepatnya area berbahaya itu.

“Bukan soal ini ranah pemprov atau pemkot, ini adalah soal keselamatan warga kota Samarinda. Apalagi jelas terlihat dalam postingan video itu ada celah berbahaya bagi yang berada disana terutama anak-anak.“ katanya. (*)

Penulis : Arief

Editor : Redaksi Kaltimnews

TOPIK : #Kaltim